Dunia memang aneh, tapi indah Strangely, unique, humankind, serious, the space, knowledge, the ghost, scenery, beautiful, the place, the building, interesting, the record, bad, funny, science

Wednesday, February 20, 2013

AU yang tidak memiliki Pesawat Udara

Angkatan Udara Afganistan sangat membutuhkan pesawat-pesawat terbang baru menjelang ditariknya pasukan AS dan NATO akhir tahun depan.

Begitu buruknya peralatan yang dimiliki AU Afganistan, Panglima Angkatan Udara Mayor Jenderal Abul Wahab Wardak menyamakan pesawat terbang yang dimiliki AU saat ini dengan barisan sepeda.

Kekuatan udara sangat penting bagi negeri yang dikungkung perang ini, apalagi jaringan jalan raya kerap rusak karena ranjau yang ditanam pemberontak. Sehingga, pemerintah Afganistan mendesak agar AS meningkatkan kemampuan AU Afganistan sebelum menarik seluruh personil militernya tahun depan.

"Kami akan menghadapi tantangan yang besar dan rumit jika Amerika tidak memberi kami pesawat-pesawat terbang yang memadai," kata Jenderal Wardak. Selama 11 tahun keberadaan pasukan NATO di Afganistan, dengan armada udara yang sangat lengkap terdiri dari jet tempur, helikopter, pesawat angkut hingga pesawat tanpa awak alias drone.

Tahun lalu, pasukan koalisi melakukan 28.640 misi udara atau sorti di Afganistan, melakukan tembakan sebanyak 4.082 kali, sedangkan drone menembak sebanyak 494 kali. Selain itu pasukan koalisi juga melakukan puluhan ribu misi pengintaian udara, mengangkut pasukan dan peralatan.

Amerika Serikat memang telah berencana menyisakan pasukan dalam jumlah kecil di Afganistan setelah 2014, namun kekuatan udara yang masif benar-benar akan hilang dari Afganistan. Sebagai bagian dari strategi Washington akan membangun kembali AU Afganistan -yang saat ini tak memiliki pesawat tempur- yang menurut pemerintah Afganistan perkembangannya sangat lamban. Afganistan sebenarnya pernah memiliki angkatan udara yang cukup disegani di masa silam.

"Untuk membandingkan kekuatan AU di masa lalu dan sekarang, saya akan berikan contoh mudah," kata Jenderal Wardak yang juga mantan pilot pesawat tempur MiG-21 di asa pendudukan Uni Soviet. "Perbandingannya adalah dulu seperti mengendarai kendaraan lapis baja, kini seperti mengendarai sepeda," kata Wardak.

"Ada perselisihan di antara kami. Kami berkelahi satu dengan yang lain dan itulah yang menghancurkan angkatan udara kami," tambah Wardak.

Janji-janji untuk membenahi AU sudah lama dilontarkan, namun hingga kini semuanya belum terlaksana. "Kami memiliki banyak pilot namun tak memilii pesawat," kata seorang perwira AU yang tak ingin disebutkan namanya. Saat ini AU Afganistan hanya mengandalkan 43 unit helikopter Mi-17 buatan Rusia, sebagian besar adalah helikopter angkut dan hanya enam unit yang merupakan helikopter tempur.

Selain itu, AU Afganistan memiliki 16 unit pesawat angkut C-27 buatan Italia namun kini sudah ditarik dari tugas aktifnya.

"Amerika sudah berjanji akan memberi kami empat unit pesawat angkut C-130 dan pesawat serang ringan AT-6 sebanyak 20 unit," ujar Wardak. (kompas)

0 komentar:

Popular Posts