Para peneliti Jerman telah menemukan sebuah fosil dinosaurus yang
berbeda dari biasanya. Dinosaurus ini diyakini sebagai pemakan daging
yang memiliki bulu, namun tidak satu famili dengan keluarga burung.
Diberitakan AFP,
Selasa (3/7/2012), fosil ini diperkirakan hidup pada masa akhir
Jurassic, 170 juta tahun yang lalu. Para peneliti yang bergerak berasal
dari National Academy of Sciences, Jerman menemukan fosil di kawasan
Bavaria, Jerman.
Fosil ini dinamai Sciurumimus albersdoerferi
karena berbulu, lalu memiliki ekor seperti tupai. "Ini adalah fosil
megalosauroid terlengkap," tulis studi tersebut.
Megalosauroid adalah nama kelompok karnivora yang memiliki panjang hingga 9 meter dan berat satu ton.
Saat ditemukan, fosil hewan itu dalam posisi taring yang menganga dan ekor yang memanjang di atas kepalanya.
Sebelumnya,
para peneliti di China juga telah menemukan spesies dinosaurus unik
yang diyakini sebagai kerabat Tyrannosaurus Rex. Fosil itu diyakini
seberat mobil dan berbulu. Spesies baru itu akhirnya dinamai Yutyrannus
huali, campuran nama dari latin dan mandarin yang berarti, "si tiran
cantik yang berbulu".
(detik.com)
Monday, November 12, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
-
Echa, Si Putri Tidur dari Indonesia Echa, pengidap Syndrom Kleine-Levin (Foto: Tribunnews.com) Sebuah peristiwa aneh dan langk...
-
Beberapa ahli astronomi internasional berhasil menemukan sebuah planet seukuran Neptunus yang Ilustrasi planet K233b mengelilingi bintan...
-
Inilah yang Terjadi ketika Wanita Cantik ini Ingin Hapus Tatonya Tato merupakan salah satu seni melukis tubuh yang banyak dige...
-
Seekor ayam bisa memainkan gitar? Di dalam dongeng atau film kartunkah? Atau mengang terjadi di dunia nyata? Demikian beberapa pertanyaan...
-
Kucing adalah salah satu binatang yang digemari manusia karen atingkahnya yang lucu dan menggemaskan. Dan dengan beberapa trik tertentu, ...
-
Presiden AS ke-33 ini menghabiskan masa hidupnya dalam krisis keuangan pribadi. Ia punya penampilan yang sederhana, tapi di balik itu s...
-
KOMPAS.com - Pada tanggal 21 April lalu, Belanda tidak memperingati Hari Kartini seperti di Indonesia. Namun demikian, nama Kartini cukup di...

0 komentar:
Post a Comment