Dunia memang aneh, tapi indah Strangely, unique, humankind, serious, the space, knowledge, the ghost, scenery, beautiful, the place, the building, interesting, the record, bad, funny, science

Showing posts with label fauna. Show all posts
Showing posts with label fauna. Show all posts

Thursday, April 14, 2016

Heboh !!! Ayam ini ternyata Pintar bermain Gitar

Seekor ayam bisa memainkan gitar? Di dalam dongeng atau film kartunkah? Atau mengang terjadi di dunia nyata?

Demikian beberapa pertanyaan dari netizen ketika membaca judul berita di atas. Dan hal itu memang benar-benar terjadi  di Inggris. 

ayam cooper
Seekor ayam bernama Cooper, setiap hari di daulat untuk menghibur pengunjung di sebuah toko amal tempat pemiliknya bekerja dengan bermain gitar.   Setiapo kali ada pengunjug yang datang ke toko tersbeut, Cooper langsung memamerkan keahliannya dalam bermain alat musik tersebut. Wendy Jarvis (54), manajer toko amal Second Chance di Southampton, Inggris yang  juga merupakan pemilik sang ayam mengatakan bahwa dengan kehadiran cooper banyak pengunjung yang merasa terhibur bahkan ada beberapa orang yang meluangkan waktu datang ke toko tersebut khusus untuk melihat penampilan Cooper dalam memetik gitar.  Tiga atau empat kali dalam seminggu, Jarvis mengajar Cooper ke tokonya untuk melakukan pertunjukan.

Ketika di singgung asal muasal ayam tersebut, si pemilik mengatakan bahwa Cooper sebenarnya adalah pemberian dari seseorang koleganya. Pada suatu hari, Jarvis meletakkan gitar di sepan ayam  fenomenal tersebut, dan sungguh ajaib, Cooper langsung memainkan gitar di depannya. 

 “Dia langsung mengerti. Saya kagum karena ia bisa mengerti dengan mudah. Saya rasa ia merespon pada bunyi yang dihasilkan oleh senar. Mereka bilang, ayam tidaklah pintar, tapi saya tidak seuju.” Ujar Jarvis.

Seorang dokter  hewan  yang bernama James Hood  mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia melihat ayam yang bisa di ajari untuk bermain alat musik. Biasanya orang akan mengajari monyet, burung kakaktua, anjing, kucing atau hewan-hewan yang dianggap pintar lainnya untuk melakukan sesuatu.

Bagaimana, apakah tertarik untuk melatih ayam atau hewan peliharaan lain yang  kalian punya di rumah?

Wednesday, March 23, 2016

Kucing Ini Punya Kebiasaan Aneh: Curi Kolor Tetangga

Brigit The Cat
Kucing adalah salah satu binatang yang digemari manusia karen atingkahnya yang lucu dan menggemaskan. Dan dengan beberapa trik tertentu, ternata kucing bisa dilatih untuk membantu pemiliknya dalam hal-hal tertentu.  Namun demikian, apa yang dilakukan kucing dari Selandia Baru ini ini berbeda dengan kucing- kucing yang lain. 

Brigit, seekor kucing kucing berjenis Tonkinese dari kota Hamilton  ini dalam waktu dua bulan  telah mencuri 11 pasang pakaian dalam pria dan lebih dari 50 kaus kaki. Dan ternyata, setelah diselidiki diketahui bahwa celana damam dan kaos kaki tersebut dimiliki oleh satu orang yaitu tetangga dari pemilik kucing, Sarah Nathan. 

Kepada BBC yang mewawancarainya,  Nathan mengatakan bahwa masalah itu pertama kali muncul ketika ia mulai menemukan "benda-benda asing" diantara pakaian dalam yang tengah ia cuci

"Pakaian-pakaian itu bukan milik siapa pun di rumah ini dan pada suatu hari Bridget berjalan ke ruang duduk kami membawa kaus kaki seperti anak kucing," katanya.

Karena merasa penasaran dengan apa yang dilakukan kucingnya serta ingin mengetahui siapa korbannya, akhirnya gadis itu mengunggah kebiasaan kucingnya ke facebook.  Selain itu Sarah  juga membagikan brosur di lingkungan rumahnya untuk mencari tahu siapa laki-laki yang merasa kehilangan 11 pasang celana dalam dan 50-an kaus kaki itu.

Untung saja peristiwa ini tidak terjadi di Indonesia, sehingga bisa membuat heboh dan dihubung-hubungkan dengan dunia mistis. Apalagi dengan adanya fenomena Kolor Ijo yang sempat ramai diperbincangkan oleh masyarakat beberapa waktu yang lalu

Wednesday, March 9, 2016

Hewan ini ternyata Lebih Aktif saat Gerhana Matahari Total

Fenomena gerhana matahari total (GMT) di Indonesia membuat berbagai kalangan khususnya peneliti menjadi sangat sibuk. Yah moment yang disinyalir hanya terjadi ratusan tahun sekali di satu tempat tersebut sangat menarik untuk di teliti, khususnya hubungannya dengan kondisi di bumi khususnya terhadap makhluk hidup yang ada. 

Termasuk juga para peneliti yang ada di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Moment yang sangat langka ini mereka manfaatkan untukk  melakukan penelitian dan  pemantauan terhadap hewan-hewan yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di penangkaran Cibinong Science Center, dimana  salah satu hewan mamalia yang dipantau adalah  Kukang.

"Sejak pagi tadi mulai pukul 05.00 WIB saat masih gelap kami sudah memantau kukang yang ada di penangkaran LIPI Cibinong ini," kata Peneliti Labolatorium Nutrisi dan Penangkaran Satwa Liar Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI CIbinong Wartika Rosa Farida, Rabu (9/3) sebagaimana dirilis dari Republika.co.id.

Berdasarkan penelitian awal, Kukang disinyalir  menjadi salah satu hewan mamalia yang terpengaruh saat terjadinya gerhana matahari total (GMT). Adapun penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan pilihan dari negara kita tersebut melibatkan dua jenis Kukang yaitu Kukang Sumatera dan Jawa.

"Hingga pukul setengah enam pagi mereka (kukang) masih diam. Jam enam pagi malah masuk ke dalam sarang, namun berubah ketika GMT," ungkap Wartika.

Dia menjelaskan, dari pemantauan oleh peneliti, kukang aktif bergerak saat GMT. Setelah fenomena alam tersebut selesai, kukang yang merupakan hewan nokturnal atau aktif pada malam hari kembali lagi beristirahat. Dan mungkin itu juga terjadi pada binatang-binatang lain yang memang aktif pada malam hari saat situasi dalam kondisi gelap. 

Sumber: Republika.co.id

Saturday, August 1, 2015

Gara-Gara Pemburu, Kulit Wajah Badak ini harus Diganti Kulit Gajah

Badak adalah salah satu binatang yang jumlahnya mulai menyusut, sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Di taman-taman suaka margasatwa, keberadaan Badak begitu terjaga sehingga tercukupi segala kebutuhannya termasuk kebutuhan merasa aman dari ganguan para pemburu. Akan tetapi, karena keterbatasan tenaga yang mengawasi kadangkala para pemburu masih dapat berkeliaran di tempat pelestarian binatang langka tersebut dengan bebas. .

Seperti halnya yang terjadi dengan Badak bernama Hope yang berada di taman margasatwa Provinsi KwaZulu-Natal Afrika Selatan. Berdasarkan berita yang dilangsir dari Kantor Berita CNN beberapa waktu lalu, badak yang diperkirakan berumur 12 tahun ini mengalami penyiksaan dari pemburu yang mengincar tanduk atau culanya. Setelah ditembak, Hope mengalami penyiksaan yang sungguh tidak dapat dibenarkan oleh siapapun. Untuk mendapatkan cula yang dimiliki oleh badak tersebut, para pemburu memotong kulit wajahnya dengan sadis. Untung saja, tidak semua cula bisa diambil oleh pemburu itu. Dari dua cula yang dimilikinya, para pemburu tersebut hanya berhasil mendapatkan satu saja. 

Meskipun demikian, luka yang dialami oleh Badak Hope begitu memprihatinkan. Kulit wajah depannya hilang sehingga menghasilkan luka menganga yang cukup besar. Untung saja Dr Johan Marais, seorang ahli bedah satwa liar di University of Pretoria berhasil  menyelamatkannya.  Bersama kolega-koleganya yang lain, Marais yang bekerja untuk organisasi Saving the Survivors menggunakan kulit gajah sebagai pengganti kulit badak yang hilang. Rupanya para pemburu yang kejam tersebut telah mengambil sebagian tulang badak dan hanya menyisakan jaringan lunaknya saja.  Meskipun tidak bisa pulih seperti sediakala, namun upaya penyelamatan yang dilakukan oleh para ahli tersebut berhasil menghindarkan Hope dari kematian yang mungkin menderanya akibat kegiatan perburuan liar. 

Monday, April 13, 2015

Inilah Flaminggo Hitam Satu-Satunya di Dunia

Di antara sekian banyak burung flamingo berwarna merah muda dan putih di Cyprus, tiba-tiba muncul satu burung flamingo berwarna hitam! Ini tentu mengejutkan, karena selama ini jarang ada ahli yang berhasil menangkap penampakan burung flamingo hitam.

Para ahli lingkungan hidup percaya bahwa burung flamingo hitam tersebut adalah satu-satunya di dunia, setelah burung langka itu berhasil tertangkap di kamera tengah bermain di Cyprus. Diperkirakan burung ini memiliki kondisi langka pada gen kulitnya yang disebut dengan melanisme.

Keadaan langka itu mempengaruhi pigmen kulit dan membuatnya berwarna hitam, sangat jauh berbeda dengan burung flamingo lain yang warna bulunya putih dan pink, seperti dilansir oleh Mirror.

Penampakan flamingo hitam tentu sangat langka. Namun sebelumnya para ahli berhasil menangkap satu burung flamingo berwarna hitam di Israel, tahun lalu. Penampakan flamingo hitam ini ada di sebuah danau asin dekat British RAF.

Bagaimana menurut Anda, apakah flamingo hitam justru terlihat lebih cantik dibandingkan yang berwarna putih?

(Sumber: www.merdeka.com)

Sunday, January 25, 2015

Burung Pitohui, Burung Beracun dari Papua

Tanah Papua tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai burung surga (bird of paradise) dan langka, tetapi juga habitat bagi beberapa burung unik seperti paruh sabit coklat (Epimachus meyeri) yang pernah menipu pasukan Jepang hingga kocar-kacir karena kicauannya mirip senapan mesin. Bukan hanya itu, di Papua juga terdapat burung pitohui yang tercatat dalam Guinness Book of World Record sebagai salah satu burung paling beracun di dunia. Seperti apakah burung pitohui itu?
 
Burung pitohui sebenarnya memiliki suara yang indah. Tetapi karena pada permukaan kulit dan bulu-bulunya terdapat racun, maka orang-orang jarang atau tidak berani menangkapnya. Kalau pun dijual, siapa yang mau membeli burung beracun? rupanya inilah cara alami meredam aksi perburuan burung-burung di hutan. Faktanya, populasi burung pitohui di alam liar relatif aman.

Pitohui terdiri atas enam spesies, yang semuanya berada dalam genus Pitohui, dan keluarga Pachycphalidae. Mereka merupakan burung endemik di Tanah Papua, baik di Provinsi Papua dan Papua Barat (Indonesia) maupun negeri tetangga, Papua Nugini  Sebagian spesies juga ditemukan di Kepulauan Aru. Berikut ini enam spesies burung pitohui :
  1.     Variable pitohui (Pitohui kirhocephalus)
  2.     Hooded pitohui  (Pitohui dichrous)
  3.     White-bellied pitohui (Pitohui incertus)
  4.     Rusty pitohui (Pitohui ferrugineus)
  5.     Crested pitohui  (Pitohui cristatus)
  6.     Black pitohui (Pitohui nigrescens)
Keenam spesies tersebut sama-sama beracun. Yang pertama kali diidentifikasi sebagai burung beracun adalah hooded pitohui, diikuti variable pitohui dan rusty pitohui. Burung hooded pitohui memiliki warna-warna yang lebih cerah daripada spesies lainnya. Seperti binatang beracun lainnya, pitohui juga memancarkan bau busuk. Burung ini juga sering menggunakan racunnya untuk menjaga telur-telur dari mangsa binatang predator, yaitu dengan cara menggesekan racun yang berada di tubuhnya pada telur-telurnya.

Racun yang terdapat pada permukaan kulit dan bulu-bulu burung ini termasuk kategori neurotoxin (racun yang menyerang jaringan otak) yang disebut homobatrachotoxin. Bahan kimia ini sebenarnya racun alami dan paling kuat yang pernah dikenal manusia.

Hasil penelitian menunjukkan, tikus yang disuntik neurotoxin seketika itu juga langsung mati. Untuk sebagian besar burung yang menyentuh racun ini bisa menyebabkan mati rasa dan kesemutan, bersin, dan gejala minor lainnya. Efek serius seperti kelumpuhan dan kematian akan terjadi jika sering terjadi kontak dengan racun ini.

Sumber: http://www.anehdidunia.com/2014/12/pitohui-burung-beracun-dari-papua.html

Monday, December 15, 2014

10 Fakta Tentang Hewan yang Selama Ini Dianggap Benar dan Ternyata SALAH

1.    Warna merah bukanlah warna yang bisa membuat banteng marah
Para Matador lah yang mengintimidasi mereka, sehingga mereka terlihat sangat kesal.

2.    Anjing tidak sepenuhnya buta warna
Anjing dapat melihat warna biru, kuning dan abu-abu.

3.    Punuk pada Unta bukanlah berisi air.
Punuk mereka berisi lemak yang menyimpan cadangan energi.

4.    Anjing tidak berkeringat melalui lidah mereka.

Anjing sebenarnya berkeringat melalui kaki-kaki mereka.

5. Gajah tidak pergi ke “kuburan para gajah” untuk mati.

6. Ikan Mas memiliki kemampuan memori lebih lama daripada yang kamu bayangkan

Mereka dapat mempertahankan ingatan mereka selama 1 bulan

7. Laba-laba berkaki panjang tidak beracun.

Mereka dapat menggigit, tapi tidak ada racun didalamnya.

8. Lalat hidup lebih dari 24 jam
Lalat dapat bertahan hidup selama 20-30 hari

9. Jika kamu memotong cacing dalam 2 bagian, mereka tidak akan tumbuh menjadi 2 cacing baru.
Hanya potongan yang memiliki bagian kepala yang dapat menumbuhkan ekornya kembali.

10. Tikus sebenarnya tidak terlalu menyukai keju melebihi makanan lainnya.

Hal ini merupakan salah paham yang turun-temurun dari jaman dulu.

Sumber: kaskus.co.id

Friday, December 12, 2014

Buaya Misterius Muncul Di Danau Crete

Baru-baru ini telah dilaporkan bahwa para penduduk yang berada di sekitar danau buatan Crete, Yunani, telah mengalami kekhawatiran tentang kemunculan dari seekor buaya misterius dengan panjang 6 kaki (1,8 meter).

Seperti yang dikutip dari The Independent, menyebutkan bahwa rekaman video yang diambil dari pesawat tak berawak yang terbang di atas danau telah menunjukkan seekor buaya besar sedang mengambang di permukaan air, sebelum akhirnya menyelam ke dasar danau.

Sebelumnya, para penduduk setempat menyalahkan kehadiran dari buaya misterius itu sebagai penyebab atas hilangnya hewan-hewan ternak mereka seperti bebek dan domba akhir-akhir ini. Dari banyaknya laporan-laporan penduduk sekitar, akhirnya dari pihak kepolisian daerah memutuskan untuk menutup sementara waktu akses masuk ke danau Crete bagi siapa saja, sampai buaya tersebut dapat ditangkap oleh pihak pejabat satwa liar.

"Penduduk setempat sangat marah karena mereka berada dalam bahaya. Ada lahan pertanian dan bangunan di dekatnya dan orang-orang berada dalam bahaya, mereka takut", kata Nikistratos Charokopou, kepada APTN.

Menurut pejabat satwa liar daerah Crete, buaya yang telah muncul di danau buatan tersebut bukanlah jenis buaya asli Yunani atau Eropa. Mereka memperkirakan jenis buaya misterius itu seperti jenis buaya yang banyak hidup di bagian Asia, Afrika dan Amerika.

Seorang perwakilan dari pemerintah daerah, Vangelis Mamangakis, mengatakan bahwa tidak jelas berapa lama hewan itu telah berada di danau buatan Crete. Dia memperkirakan jika buaya itu kemungkinan besar merupakan hewan peliharaan yang tumbuh terlalu besar bagi pemiliknya, dan kemudian membuangnya ke danau.

Sumber: http://avanoustic.blogspot.com/2014/07/buaya-misterius-muncul-di-danau-crete.html

Sunday, October 12, 2014

Bayi Kambing Berkepala Manusia Diduga Hasil Hubungan Intim Dengan Manusia


Keluarga petani di Argentina dituduh telah melakukan hubungan intim dengan kambing peliharaan mereka, setelah kambing betina mereka melahirkan bayi berkepala mirip manusia. Seorang tetangga mereka mengambil foto bayi kambing yang terlahir mati itu dan menyebarkannya lewat media sosial, sehingga menimbulkan banyak persepsi negatif.

Seperti dilansir Dailymail, 2/10/14, keluarga Villalba asal Centro, Argentina, dituduh langsung menguburkan bayi cacat tersebut untuk menyembunyikan perbuatan memalukan mereka. Mereka mendapatkan cemooh, pelecehan dan aniaya tidak hanya dari para pengguna media sosial tapi juga dari penduduk desa.
Namun istri petani, Olga Villalba, membantah tuduhan bahwa salah satu dari anggota keluarganya telah melakukan hubungan intim yang tidak lazim dengan hewan peliharaan mereka, dan menguburnya untuk menyembunyikan perbuatan tersebut.

“Bayi kambing ini sudah mati ketika dilahirkan, kami hanya ingin menyingkirkan secepat mungkin, karena itu kami menguburkannya dalam sebuah lubang di tanah” ucap Olga. “Dan kelainan hewan itu merupakan mutasi genetik yang disebabkan oleh penggunaan pestisida.”

“Tetangga lainnya yang ada di sini, penasaran dan mengambil gambar yang sayangnya mereka diposting online, sehingga memicu tuduhan-tuduhan konyol” lanjutnya.

Keluarga menambahkan bahwa beberapa dari komentar di media sosial adalah orang-orang yang sangat agresif, dan mereka yakin bahwa bayi kambing aneh itu lahir persilangan antara manusia dan kambing. (Sumber: rsn- http://www.onvsoff.com )

Friday, October 10, 2014

Kasihan: Jatuh ke Aspal Panas, Anjing Ini Berubah Jadi Batu dan Tetap Hidup


Sebuah insiden miris sekaligus mengharukan terjadi pada seekor anjing di India yang terjautuh ke aspal panas hingga membuat tubuhnya terbaring kaku. Namun untungnya, anjing tersebut masih tetap hidup!

Dilansir Daily Mail, netizen dibuat terharu dengan sebuah video yang memperlihatkan sekelompok penyelamat berusaha dengan keras menyelamatkan seekor anjing yang jatuh ke aspal panas di bagian barat India. Anjing tersebut diketahui terpeleset yang menyebabkan aspal panas menempel yang membuat tubuhnya membatu!

Untungnya, insiden tersebut langsung diketahui oleh orang yang lewat. Saat diselamatkan, anjing tersebut berbaring tak berdaya dengan tubuhnya yang kaku dan tertutup kotoran dan ranting-ranting pohon.

Secara perlahan, petugas penyelamat dari Animal Aid Unlimited melepas kotoran-koran dan membersihkan kotoran yang menempel di tubuh anjing tersebut dengan cara dipijat dengan menggunakan minyak goreng.

Di akhir video tersebut, anjing yang tadinya tak bisa melakukan apapun karena tubuhnya yang membatu pun secara perlahan juga mulai bergerak. Bulu-bulu berwarna kecoklatannya pun juga mulai terlihat. Setiap tahunnya tim Animal Aid memang selalu menyelamatkan ribuan hewan yang sakit dan terjebak, namun menangani anjing yang sempat membatu ini sepertinya baru pertama kalinya terjadi.

Sumber: http://m.dreamersradio.com/article/34136/jatuh-ke-aspal-panas-anjing-ini-berubah-jadi-batu-dan-tetap-hidup

Monday, September 1, 2014

Kemana Lalat Saat Malam Hari?

Kita tentu tidak asing dengan serangga bernama lalat. Serangga ini selalu terlihat hinggap dan terbang berseliweran di tempat-tempat terbuka yang kotor.

Biasanya lalat muncul dalam jumlah besar pada siang hari. Namun saat langit berubah menjadi gelap, mereka hampir sulit dijumpai, bahkan di lokasi paling kotor semisal tempat sampah sekalipun. Kemudian banyak yang bertanya, kemana perginya lalat-lalat itu pada malam hari?

Salah satu Kurator Divisi Zoologi Invertebrata di Museum Sejarah Alam Amerika New York, A Grimaldi menuturkan, sebagian besar spesies lalat memang hanya beraktivitas di siang hari.

“Hewan-hewan tersebut membutuhkan cahaya yang terpolarisasi untuk membimbing mereka secara visual,” kata dia, dikutip dari The New York Times.

Kala hari berubah menjadi senja, kata dia, lalat berlindung di bawah dedaunan, batang, cabang-cabang, dan ranting pohon. Selain itu, mereka ada juga yang bernaung pada batang rumput yang tinggi atau tanaman lainnya. Lalat biasanya tidak akan bermalam di tanah.

Ia menambahkan, beberapa jenis serangga seperti nyamuk dan lalat gurun pasir (tse-tse), biasanya lebih memilih waktu fajar dan senja sebagai ‘jam-jam kerja’. Bahkan, di antaranya ada yang justru semakin aktif di malam hari.

“Namun, lalat yang kerap kita jumpai memang hanya aktif di malam hari,” imbuh Grimaldi.


Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/14/02/17/n14z7b-kemana-perginya-lalat-pada-malam-hari

Tuesday, August 26, 2014

Basenji, Anjing yang Mahir Main Piano dan Bernyanyi

SEEKOR anjing bermain piano sambil bernyanyi menjadi sensasi di YouTube. Aksi anjing bernama Basenji ini mendapatkan banyak komentar baik dari para pengguna internet.

Dalam video itu Basenji berusaha menampilkan kemahiran menekan tombol tuts piano dan menyanyikan sebuah lagu dengan raungannya.

Dilansir dari Metro, Jumat (18/7/2014). Para pengguna YouTube yang telah menyaksikan aksi Basenji mengatakan bahwa nyanyian anjing berwarna coklat putih ini terdengar sangat mengharukan.

Tidak hanya itu, beberapa orang orang lain memberikan komentar yang sedikit nyeleneh. Mereka mengatakan bahwa Basenji dapat terkenal seperti Justin Bieber yang bakatnya berhasil ditemukan di YouTube oleh penyanyi Usher

http://international.okezone.com/read/2014/07/17/214/1014170/basenji-anjing-yang-mahir-main-piano-dan-bernyanyi

Friday, June 13, 2014

Ini Alasan kenapa Kumbang Bisa Kawin di Dalam Air

 Riset para ilmuwan di Taiwan mengungkap cara kumbang kawin di dalam air dan tetap menggantung pada pasangannya. Studi skala kecil menguak, bulu kaki kumbang jantan dapat berdiri tegak dan menempel pada kumbang betina.Ada pengisap pada bulu tersebut. Pengisap kecil itulah yang menempel erat pada tubuh sang betina.

Pemahaman ini diharapkan bisa menginspirasi pembuatan desain untuk perangkat di dalam air pada masa depan. Hasil temuan ini dipublikasikan oleh jurnal Interface terbitan Royal Society. Untuk mengungkap cara kumbang kawin di dalam air, tim yang dipimpin oleh Kai-Jung Chi dari Universitas Nasional Chung Hsing di Taiwan mengukur kekuatan cengkeraman "perangkat" bulu kaki pada dua jenis spesies kumbang yang menyelam.

Seperti dikutip BBC, Rabu (11/6/2014), Chi menjelaskan, cengkeraman itu penting bagi kelangsungan hidup dalam air.

"Setelah proses kawin selesai, jantan harus berpisah dari betina untuk mendapatkan oksigen di permukaan air atau dia akan mati,' ujarnya.

"Dengan kata lain, kumbang harus melekat dan melepaskan diri dari betina secepat mungkin," imbuhnya.

Melalui penelitian ini, terungkap bahwa dua kumbang yang dipelajari mengembangkan organ yang berguna untuk membantu kawin. Salah satu jenis kumbang yang lebih primitif yang dipelajari memiliki bulu yang menyerupai spatula.

Sementara itu, tim yang memeriksa spesies lain menemukan "pengisap" yang melingkar di ujung bulu kaki berevolusi sehingga tampak seperti alat penyedot. Organ serupa pengisap mampu merekatkan kumbang dengan lawan seksnya. Namun, bukan berarti bulu spatula lemah. Riset mengungkap bahwa serangga yang lebih primitif mengeluarkan semacam lem. Dengan hanya punya lem, serangga ini justru bisa bergerak di tubuh betina lebih leluasa.

"Bulu pengisap bekerja semacam cangkir pengisap, sedangkan bulu spatula berguna untuk bergerak cepat, terkontrol, dan menjadi penempel di bawah air," ungkap Chi. (kompas.com)

Wednesday, May 28, 2014

Semut Ternyata Lebih Efisien Daripada Google

Google, perangkat lunak favorit banyak orang karena keakuratan mencari informasi, ternyata masih bisa dikalahkan oleh semut. Semut pekerja mampu memecahkan masalah dan memproses informasi lingkungannya.
Melansir The Week, Rabu 28 Mei 2014, ini berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Acedemy of Science yang menyatakan bahwa, semut pekerja berburu makanan dengan berjalan acak, namun ketika dilakukan secara bersama-sama berubah menjadi tertib.

Para peneliti yang melibatkan dua negara yakni Tiongkok dan Jerman ini menggunakan rumus matematika dalam meneliti semut tersebut. Dalam penelitian ini, ditemukanlah semut dapat mengorganisir diri mereka ketika memecahkan masalah dari bergerak secara acak menjadi lebih efisien.
Kurths mengatakan dalam perpindahan dari kekacauan menjadi tertib merupakan mekanisme yang cukup penting sehingga dirasa lebih akurat dari mesin pencari di internet.

"Serangga ini tanpa diragukan lagi lebih efisien daripada Google dalam memproses informasi tentang lingkungan mereka," ucap Prof Jurgen Kurths dalam jurnal tersebut.

Lebih efisien karena semut tidak menggunakan strategi navigasi cerdas untuk berburu secara sendirian dan mengumpulkan makanan saat berkelompok.
Hal ini dapat dilihat saat semut membawa makanan kembali menempuh perjalanan ke tempat pengumpulan makanan dengan rute yang dapat menghemat waktu dan energi di koloni semut.

Perilaku Manusia

Penelitian ini dapat membantu para ahli untuk mengalisis bagaimana manusia berperilaku ketika memakai internet dan pada pengembangan sistem transportasi cerdas.
"Semut secara kolektif membentuk jaringan kompleks yang efisien. Ini sering kita temukan di banyak sistem alam dan sosial," ujar Kurths, dikutip Daily Mail.

Laporan ini juga mengungkapkan semut individu yang berpengalaman ternyata berkontribusi mencari makanan secara berkelompok. Pada penelitian sebelumnya dijelaskan semut yang lebih tua lebih berkontribusi dalam mencari makanan. (ren/www.viva.co.id)

Friday, February 21, 2014

Ternyata Mammoth Punah Akibat Gizi Buruk

Mammoth awalnya diperkirakan hidup dengan memakan rumput. Namun dari studi terhadap DNA dan fosil isi perut, diketahui bahwa hewan raksasa zaman es itu mengonsumsi tanaman yang lebih berkualitas, disebut forb. Salah satu contoh tanaman tersebut adalah semanggi.

Jika rumput sulit dicerna dan nutrisinya rendah, forb memiliki protein tinggi.

Dalam studi, Eske Willerslev dan rekan-rekannya dari University of Copenhagen, Denmark menemukan bahwa 50 ribu tahun lalu, Arktik diselimuti oleh keanekaragaman tanaman forb. Namun itu tidak berlangsung lama.

Sekitar 20 ribu tahun lalu, kondisi menjadi sangat dingin dan kering, akhirnya terjadi penurunan keanekaragaman forb," kata Willerslev. "Mereka masih mendominasi ekosistem, namun keanekaragamannya terus menurun,"sebutnya.

Kondisi mematikan terjadi di akhir zaman es, sekitar 12 ribu tahun lalu. Rumput dan semak-semak mulai menggantikan forb. Perubahan lingkungan ini terjadi bersama dengan penurunan mega fauna zaman es tersebut.

Menurut Willerslev, teori ini juga menjelaskan mengapa rusa kutub menjadi satu-satunya hewan besar zaman es yang mampu bertahan. Hewan itu mengonsumsi rumput dan ilalang di musim panas, lalu jamur-jamuran di musim dingin. Anjloknya forb tidak banyak berpengaruh bagi mereka. 

- Sumber:: http://www.lensapost.com/2014/02/mammoth-punah-akibat-gizi-buruk.html

Monday, February 17, 2014

Ular Ini Punya Ekor Mirip Laba-laba

KOMPAS.com — Ular apa yang paling aneh sejagat raya? Salah satunya mungkin adalah spesies ular Pseudocerastes urarachnoides yang baru dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 2006.

Spesies ular berbisa itu punya ujung ekor berwarna oranye atau abu-abu. Anehnya, berbeda dengan ular lain yang ujung ekornya semakin mengecil, ular jenis ini punya ekor bercabang seperti laba-laba.

Ketika bergerak, ular ini semakin tampak aneh. Sementara bagian tubuh lainnya bergerak, bagian ekor diam sepanjang jalan.
Ular jenis ini pertama kali ditemukan di gurun wilayah Iran pada tahun 1968. Spesimen kemudian dibawa ke Field Museum of Natural History di Chicago.

Ilmuwan bernama Steven Anderson pertama kali mengamati ular tersebut pada tahun 1970. Ia mengira ada seekor laba-laba yang sedang menempel pada ular tersebut. Setelah mengamati lebih dekat, barulah ia sadar bahwa itu adalah ekor.

Ekor yang janggal itu memicu pertanyaan. Apakah ekor laba-laba itu adalah bentuk kelainan akibat tumor atau parasit? Penelitian ternyata membuktikan bahwa ekor laba-laba itu memang variasi.

Buktinya, tahun 2003, ilmuwan Iran Hamid Bostanchi menemukan ular yang sama dengan ekor yang punya karakteristik serupa. Ilmuwan Iran lainnya, Behzad Fathinia, mengonfirmasi dengan menangkap ular itu hidup-hidup pada tahun 2008.


P. urarachnoides punya sisik yang kasar. Sekilas, ular ini mirip seperti batu di sekitarnya. Ini memberi keuntungan karena menjadi kamuflase yang baik.

Masyarakat lokal di Iran menyebut ular ini Mar-e-pardar (ular berbulu) atau Mar-e-gatch (ular gipsum). Tekstur sisik ular ini makin terlihat kasar ketika sedang waspada.

Apa gunanya punya ekor berbentuk kompleks itu? Ilmuwan menduga bahwa hal tersebut terkait dengan kelicikan ular tersebut untuk menjebak mangsa.

Ular umumnya punya bentuk menyerupai cacing. Bentuk tersebut dianggap cukup menarik bagi hewan seperti katak dan kadal.

Dengan memiliki ekor serupa laba-laba, P. urarachnoides hendak menjebak mangsa lain, yakni golongan burung yang memangsa serangga atau arachnida.

Pengamatan yang dilakukan Fathinia dalam penelitiannya beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa strategi P. urarachnoides efektif menjebak burung.

Ia menaruh anak ayam di dekat ular yang berpose sedemikian rupa sehingga hanya menampakkan ekornya itu. Setelah setengah jam, anak ayam itu mendekati ekor ular tersebut dan mematuknya.

Yang terjadi kemudian adalah tragedi. Ular itu mulai menyerang anak ayam itu dalam waktu kurang dari 0,5 menit. Dalam waktu 1 jam, anak ayam tersebut mati.

Meski tujuan memiliki ekor berbentuk laba-laba itu jelas, asal-usul berkembangnya ekor laba-laba pada ular itu masih misterius.

Disarikan dari tulisan Ed Yong dalam kolom Not Exactly Rocket Science di situs web National Geographic.

Penulis    : Yunanto Wiji Utomo
Editor     : Yunanto Wiji Utomo

Thursday, February 13, 2014

Terungkap, Rahasia Ular Terbang Meluncur di Udara

Misteri bagaimana ular dapat terbang mungkin telah dipecahkan oleh para ahli sains. Reptil yang berbeda ini dapat terbang sendiri dari pohon ke pohon dan dengan elegan terbang di udara. Ular jenis ini banyak ditemui di hujan hujan tropis di Asia Tenggara. Para ahli mengatakan, ular jenis ini mengubah bentuk tubuh mereka secara radikal untuk menghasilkan kekuatan aerodinamis yang dibutuhkan untuk terbang. Penemuan para ahli ini dipublikasikan dalam Journal of Experimental Biology.

Profesor Jake Socha, dari Virginia Tech di AS yang melakukan penelitian ini, mengatakan, "Ular itu jelas merupakan penerbang yang tidak memiliki intuisi. Ketika Anda melihatnya, Anda akan mengatakan, 'Benda itu seharusnya tak dapat terbang'. Dan, dalam bentuk tubuh yang normal, itu mungkin saja benar.

"Tetapi, jika menyentuh udara, ketika terbang dan meloncat dan melompat dari cabang pohon, tubuhnya mengalami transformasi."

Tarian bergelombangAda lima spesies ular terbang yang semuanya dari jenis Chrysopelea. Kini para peneliti yakin mereka memahami bagaimana ular jenis ini dapat terbang di hutan dibandingkan merayap di tanah. Prof Socha mengatakan, "Ketika ular loncat, posisinya mendatar dari kepala bagian belakang ke ekor. Apa yang dilakukannya adalah memutar tulang rusuknya ke atas kepala dan kemudian memutarnya."

"Dan, jika semakin lebar, maka akan menambah kekuatan dan menampilkan bentuk tubuh yang unik."

Para ahli juga mengatakan, ular ini memproduksi sebuah kekuatan aerodinamis yang sebanding dengan yang dibuat oleh sayap pesawat kecil.
"Ular menggerakkan kepala dari satu bagian ke bagian lainnya, dan hewan itu tampak seperti berenang di udara," jelas Prof Socha.

Tim mengatakan, ular dapat memberikan inspirasi untuk pengembangan robotik, memiliki potensi dalam pembuatan mesin yang dapat merangkak, memanjat, dan meluncur. (kompas.com)

Editor     : Yunanto Wiji Utomo
Sumber    : BBC Indonesia

Thursday, February 6, 2014

Kegemukan, Kucing Ini Diminta Diet Rendah Kalori

Belakangan memelihara kucing jadi tren di Indonesia. Bentuknya yang imut dan lucu membuat orang tertarik untuk bermain-main dan menggendongnya. Namun bagaimana jika kucing itu tidak bisa digendong lantaran punya bobot berlebih?

Itulah yang dirasakan seorang pemilik kucing bernama Meatball ini. Pasalnya kucing asal Phoenix, Arizona, Amerika Serikat (AS) ini punya bobot 36 pound atau sekitar 16 kilogram.  Ia ditampung oleh rumah penampungan hewan Maricopa Country di Mesa, Phoenix.

Meatball sudah pindah tempat tinggal dari rumah ke rumah dan diperkirakan diberi makan makanan manusia oleh salah satu pemiliknya, sehingga mengakibatkan penampilannya berukuran super. Pemilik terakhir kucing ini menyerahkannya ke penampungan hewan pada Selasa karena tidak mampu merawatnya.

Pengurusnya, Melissa Gable mengatakan Meatball mengalami obesitas karena pemiliknya sering memberi makan berupa makanan manusia. Akibat badannya yang terus membesar, sang majikan akhirnya menyerahkan ke pusat penampungan hewan di Maricopa Country Mesa karena tak kuat lagi merawatnya.

Badannya yang besar juga membuat ia kesulitan untuk bergerak. Menurut beberapa pekerja di penampungan hewan tersebut, Kucing jantan ini sering mengalami kecelakaan ketika berjalan. Untuk mengurangi beratnya, petugas penampungan lalu memberlakukan diet rendah kalori untuk Meatball. Namun sayangnya kucing yang berumur 4 tahun ini tidak tertarik dengan makanan diet tersebut. Meski begitu Meatball dikenal sebagai kucing yang ramah.

Sumber: http://www.solopos.com/2014/02/02/kisah-unik-kegemukan-kucing-ini-diminta-diet-rendah-kalori-486504

Saturday, February 1, 2014

Anak Sapi Ini Miliki Dua Kepala

Tahun baru yang aneh dialami oleh penduduk lokal di sebuah desa di Maroko setelah kelahiran anak sapi berkepala dua.

Melansir Metro, Minggu (5/1/2014), lahir pada 30 Desember 2013, di wilayah utara Sefrou, sapi berkepala dua itu bernama Sana Saida, yang berarti selamat tahun baru dalam bahasa Arab.

Binatang tersebut telah mengundang perhatian warga sekitar di desa tersebut. Para warga bahkan rela berjalan sejauh 20 mil hanya untuk melihat hewan unik tersebut.

Kondisi anak sapi tersebut terlihat sehat, serta diketahui mengalami gejala polycephalic, yakni kondisi di mana memiliki lebih dari satu kepala.

Bagaimana pun, Sana Saida kecil bukan merupakan satu-satunya hewan yang lahir dan mempunyai keanehan pada tahun kemarin. Seekor babi kepala dua diketahui lahir di China pada April 2013.

Sumber: http://international.okezone.com/read/2014/01/05/214/921977/anak-sapi-ini-miliki-dua-kepala

Wednesday, December 25, 2013

Domba Langka Terjual Rp 1,17 Miliar

Mutaab al-Wathinani jadi orang paling beruntung pekan ini. Pasalnya domba miliknya telah terjual dengan harga yang fantastis, 50.000 riyal atau setara Rp1,17 miliar.
Dilansir Emirates247, Senin (23/12/2013), Mutaab menyebut domba ini dari keturunan yang sangat langka. Bentuk fisiknya sangat berbeda dengan domba-domba pada umumnya.

“Domba ini berasal dari keturunan sangat langka, tubuh dan kepalanya berbeda dari kebanyakan domba lainnya,” kata Mutaab al-Wathinani, yang menjual domba itu kepada peternak lainnya.
Seperti dikutip dari Al-Hayat dan surat kabar Sada, Mutaab mengaku membeli domba itu saat berusia sepuluh hari dengan harga Rp 162 juta.

Koran-koran tidak menyebutkan di mana Al Wathinani tinggal di Arab Saudi namun ia dikatakan memiliki sejumlah besar domba di ladangnya.

Sumber:  http://www.solopos.com/2013/12/24/kisah-unik-domba-langka-terjual-rp-117-miliar-477014

Popular Posts