Dunia memang aneh, tapi indah Strangely, unique, humankind, serious, the space, knowledge, the ghost, scenery, beautiful, the place, the building, interesting, the record, bad, funny, science

Showing posts with label bumi. Show all posts
Showing posts with label bumi. Show all posts

Friday, May 22, 2015

Ini dia Sumber Emas terbesar di Bumi yang baru ditemukan

Semua orang pasti tahu kalau emas adalah salah satu logam yang memiliki nilai sangat tinggi.  Perlu diketahui, bahwa emas telah menjadi bagian dari bumi, sejak kelahirannya 4,6 miliar tahun yang lalu. Dan sebagian besar emas bumi terkunci jauh di dalam inti planet.  Sisanya sebagian besar tersebar di seluruh permukaan, baik pada batu hingga lapisan tanah lainnya. Tapi kadang-kadang, fenomena fisik menyebabkan emas menjadi kaya di dalam lapisan batuan tertentu.

Banyak ahli yang melakukan penelitian tentang proses terjadinya emas, namun belum ada yang bisa menggambarkan secara jelas bagaimana  emas bisa terbentuk. Para ilmuwan awalnya berpikir bahwa, partikel emas mekanis disimpan di kerikil di gunung berapi bertekanan tinggi, seperti yang terjadi di pegunungan Sierra Nevada, California.

Beberapa waktu yang lalu, sekumpulan ilmuwan menemukan bahwa tanpa pegunungan pun, ternyata emas dapat terbentuk dengan banyak, seperti yang ada di Witwatersrand, dekat Johannesburg, Afrika Selatan.  Peneliti menemukan sumber emas terbesar di Bumi, dan seorang ilmuwan memperlihatkan bagaimana emas itu terbentuk, yaitu dari tiga unsur di antaranya aktivitas gunung berapi, mikroba kuno dan oksigen

Teori baru ini menjelaskan, mengapa ada emas 'tertimbun' di cekungan Witwatersrand, di Johannesburg, Afrika Selatan yang notabene bukan pegunungan. Dan secara kolektif, menjadikannya cadangan emas sekitar 40 persen dari semua emas yang pernah di bumi, yang sudah digali dari tanah

Namun apakah cadangan emas ini akan diekspolitasi demi kepentingan perekonomian negara tersebut, masih belum bisa dipastikan. Tetapi ini menjadi sumber teori baru, jika emas ternyata bisa terbentuk oleh mikroba kuno dan kadar oksigen dengan jumlah tertentu. Namun jika melihat jumlahnya yang sangat besar, ada kemungkinan Afrika selatan akan membuat pertambangan emas, yang bisa meningkatkan perekonomiannya.


Sumber :  http://exspresiku.blogspot.com/2015/02/ditemukan-cadangan-emas-terbesar-di-bumi.html

Friday, October 31, 2014

Lubang raksasa Siberia bantu ungkap misteri Segitiga Bermuda?

Hilangnya perahu, kapal laut, hingga pesawat terbang yang melewati segitiga Bermuda menjadi salah satu misteri yang paling sering diperbincangkan di dunia. Kali ini, ilmuwan Rusia mengklaim bila mereka telah mengetahui kunci di balik misteri tersebut, yakni lubang raksasa di Siberia.
Di awal tahun 2014 ini,beberapa lubang raksasa diketahui bermunculan di berbagai kawasan di Siberia. Total ada tiga lubang raksasa yang muncul secara tiba-tiba di daerah semenanjung Yamal dan Taymyr. seperti yang dilansir merdeka.com

Tidak sedikit yang berpendapat apabila lubang raksasa dengan kedalaman puluhan sampai ratusan meter tersebut adalah buatan manusia, dan ditujukan untuk mencari sensasi saja.Namun, ilmuwan Institut Trofimuk punya kesimpulan lain, mereka menyatakan bila lubang tersebut terbentuk akibat aktivitas pelepasan gas hidrat dalam jumlah besar. Gas tersebut dapat keluar akibat keberadaan garis patahan tanah di sekitarnya. Karena karakteristik tanah atau batuan patahan yang cenderung lemah plus kondisi iklim di atas tanah yang labil, maka gas tersebut dapat keluar dalam jumlah besar sekaligus, sehingga terlihat seperti sebuah ledakan dahsyat dan meninggalkan sebuah lubang raksasa.

Gas-gas hidrat sejatinya adalah gabungan antara partikel es yang bersatu dengan gas metan yang juga terkenal dapat meledak saat bercampur dengan oksigen bebas. Jenis gas ini memang banyak terdapat di bawah tanah belahan bumi bagian utara dan juga beberapa lapisan bawah tanah lautan dunia. Perubahan iklim seperti pemanasan global dianggap sebagai pemicu mencairnya lapisan es tanah yang membuat produksi gas hidrat meningkat drastis.
Menurut para ahli, terdapat koneksi antara sumber gas hidrat di daerah lautan Atlantik bagian utara (sekitar Siberia) dengan laut di sekitar Puerto Rico yang menjadi salah satu ujung segitiga Bermuda. Bahkan, jurnal sains Siberia juga menyatakan bila lubang raksasa di Siberia adalah 'kerabat dekat' dari segitiga Bermuda, Daily Mail (10/10).

Ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov, yakin bila terdapat 'benih-benih' ledakan gas hidrat di dasar laut segitiga Bermuda, terutama di sekitar lempeng tektonik. Saat ledakan gas terjadi lautan di sekitarnya akan memanas dan membuat kapal-kapal kurang beruntung di atasnya tenggelam akibat konsentrasi air yang berubah secara drastis. Bahkan, gas metan dalam jumlah masif yang terlepas di langit segitiga Bermuda dapat membuat lapisan udara sangat tidak stabil. Sehingga, bukan hal yang mustahil bila pesawat-pesawat banyak yang jatuh di area itu.

Apakah dengan kemunculan teori ini, misteri segitiga Bermuda akan terungkap untuk selamanya?


Sumber: http://www.tujuhnews.com/view.php?id=180&jenis=Dunia

Friday, September 26, 2014

Negara Pembuang Sampah ke Samudera Kini Bisa Diidentifikasi

Sebuah peta baru tentang lima samudera dunia mengungkap negara-negara yang bertanggung jawab atas tumpukan sampah terapung di seluruh samudera dunia tersebut.

Model baru pemetaan samudera di seluruh dunia yang dipublikasikan di Jurnal Chaos, Selasa (2/9/2014), misalnya menunjukkan jalur sampah antara Hawaii dan California yang dipenuhi bahan-bahan plastik, limbah kimia, dan sampah lainnya, terbentuk oleh pusaran di Pasifik Utara.

Menurut para ilmuan, empat pusaran yang membentuk tumpukan sampah lainnya juga terdapat di Samudera Hindia, Atlantik Utara, Atlantik Selatan, dan Pasifik Selatan.

Laporan ini menjelaskan bahwa menurut akal sehat, tumpukan sampah di lokasi tertentu misalnya di Pasifik Utara, tentu saja berasal dari negara-negara di sekitar samudera tersebut.

Namun menurut pakar kelautan Dr Erik van Sebille dari University of New South Wales, Australia, persoalannya tidak seserdahana itu khususnya untuk belahan Bumi selatan.

"Selama ini pemetaan samudera sangat artifisial," kata Dr van Sebille kepada ABC Australia. "Para ahli geografi selama ini hanya membuat batas samudera tanpa memikirkan bagaimana perputaran air laut yang sebenarnya."

Dr van Sebille dan dua rekannya ahli matematika telah mengembangkan model baru arus samudera dunia yang didasarkan atas apa yang disebut sebagai "ergodic theory", yang digunakan dalam analisa sistem interkoneksi.

"Kami meneliti daerah tangkapan dari setiap jalur sampah di samudera," jelasnya.

Sampah-sampah yang mereka temukan di permukaan laut itu ternyata bergerak sangat berbeda dari perkiraan selama ini.

Misalnya, kata Dr van Sebille, secara tradisional samudera di sebelah barat Tasmania selama ini dikenal sebagai Samudera Hindi dan di sebelah timur dikenal sebagai Samudera Pasifik.

"Pembatasan seperti itu sama sekali tidak berguna di lapangan," ujarnya.

Dikatakan, jika seseorang membuang sampah di kawasan Great Australian Bight - suatu kawasan pantai di Australia Selatan dan sebagian Victoria yang secara tradisional masuk dalam wilayah Samudera Hindia, maka kemungkinan besar sampah tersebut akan berakhir justru di Samudera Pasifik.

Contoh lainnya, meskipun Madagascar, Afrika Selatan, dan Mozambique berbatasan dengan dengan Samudera Hindia, namun sampah-sampah dari negara itu kemungkinan besar akan berakhir justru selatan Samudera Atlantik.

Dengan model pemetaan baru ini, kata Dr van Sebille, kita bisa menentukan dari mana sumber tumpukan sampah di lokasi tertentu di samudera.

"Namun kita tidak akan dapat menentukan jumlah sampah yang mereka buang, tapi kita bisa tahu dari mana sampah itu berasal," jelasnya.

Sumber: www.detikNews.com

Saturday, September 20, 2014

Ditemukan Harta Karun Mineral di Afganistan

Sebuah penemuan baru yang berkaitan dengan adanya harta karun mineral di Afghanistandikemukakan oleh Ilmuwan Amerika Serikat. Jumlahnya tergolong sangat besar di dunia. Tim ilmuwan geologi AS mengatakan potensi sumber daya mineral Afganistan bernilai hampir US$1 triliun sekitar Rp11.700 triliun.

Dilansir Live Science, Jumat 5 September 2014, kesimpulan taksiran nilai energi mineral itu disampaikan tim survei Geologi Amerika (USGS) yang telah menyurvei harta karun perut bumi Afganistan itu sejak 2006 lalu.

Peneliti AS menyurvei melalui misi udara untuk melihat magnet, gravitasi Afganistan. Survei magnetik menyelidiki mineral besi tanah hingga kedalaman 10 Km di bawah permukaan tanah. Sementara survei gravitasi mencoba mengidentifikasi cekungan sedimen penuh yang berpotensi kaya minyak dan gas.

Survei dilaporkan menemukan spektrum cahaya yang dipantulkan dari batu, yang menunjukkan adanya identifikasi unik untuk setiap mineral. Peneliti hanya butuh waktu dua bulan untuk meneliti 70 persen wilayah Afganistan.

Hasil survei tim Amerika ini diverifikasi dengan semua temuan Uni Soviet. Beberapa dekade lalu, Uni Soviet memang menjadi sekutu bagi Afganistan. Hasilnya Afganistan memiliki 60 juta ton tembaga, 2,2 miliar ton biji besi, 1,4 juta ton elemen langka seperti lantanum, cerium dan neodvmium, alumunium, emas, perang, besi, merkuri dan lithium.

Di salah satu provinsi yaitu Helmand, itu saja ditemukan kandungan karbonat Khanneshin senilai US$89 miliar.

"Afganistan adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya mineral. Kami telah mengidentifikasi potensi setidaknya deposit mineral 24 kelas dunia," ujar Jack Medlin, seorang ahli geologi dan manajer program proyek USGS Afghanistan.

Pada 2010, data USGS itu menarik perhatian Gugus Tugas Bisnis dan Operasi Stabilitas Departemen Pertanahan AS (TFBSO). Taksiran lembaga pertahanan itu, Afganistan memiliki nilai sumber daya mineral US$908 miliar, sementara prakiraaan Pemerintah Afganistan nilai mencapai US$3 triliun.

Selanjutnya dalam 4 tahun terakhir, USGS dan TFBSO memulai penilaian lanjut atas kandungan mineral. Untuk kali ini penelitian dilakukan langsung di daratan, bukan dari udara.

Sejauh ini diketahui, Pemerintah Afganistan telah menandatangani kontrak 30 tahun dengan perusahaan pertambangan negara milik Tiongkok, China Metallurgical Group. BUMN Tiongkok itu mengeksploitasi cadangan tembaga di kawasan Mes Aynak.

Dengan kekayaan itu, Said Mirzad, Koordinator program USGS Afganistan mengatakan, sebenarnya Afganistan bisa keluar dari predikat negara miskin dan bisa digunakan untuk memerangi kejahatan dan terorisme.

Meski memiliki nilai pertambangan yang menggiurkan, tapi tak mudah untuk menambang di negeri Timur tengah itu. Faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama. Sebagaimana diketahui, usai perang Taliban dengan AS pada 2003 lalu, situasi politik Afganistan tak menentu. Masih sering terjadi konflik sosial.

Tantangan lainnya kurangnya infrastruktur akses ke pertambangan misalnya rel kereta, jalan dan air.

Sumber: VIVA.co.id

Wednesday, May 22, 2013

Misteri Kemunculan Batu Setan di Australia


Devils Marbles alias Batu Setan adalah salah satu tempat keramat bagi suku Aborigin di Australia. Terletak dekat Kota Tenant Creek di Northern Territory, wisatawan bisa berkunjung untuk merasakan aura spiritualnya.

Gambar Devils Marbels banyak ditemukan di kartu pos, atau kalender yang jadi suvenir saat Anda berkunjung ke Australia. Tampak batu-batu bundar raksasa tersebar di lanskap gersang yang luas. Tanahnya merah, mirip dengan Uluru atau Grand Canyon di AS.

Padahal, Devils Marbels bukan sekadar formasi bebatuan bundar raksasa. Ini adalah salah satu tempat yang dikeramatkan suku Aborigin setempat. Mereka menyebutnya 'Karlu Karlu'.

Dari situs Travel Outback Australia, Jumat (17/5/2013), banyak cerita dan legenda yang melatarbelakangi munculnya Devils Marbels. Ada yang menganggap Devils Marbels sebagai fosil telur hewan purba. Tapi para ilmuwan menyangkalnya.

Lebih dari sejuta tahun lalu, erosi batu pasir menyebabkan batu-batu granit berubah bentuk menjadi bulat. Satu lahan yang sangat luas bagai dipenuhi kelereng raksasa. Namun teriknya matahari dan gersangnya lahan membuat batu-batu ini terbelah menjadi dua, meski ada pula batu yang masih berbentuk bundar.

Ada beberapa batu yang diameternya mencapai 6 meter. Beberapa batu lebih kecil berdiameter kurang dari 1 meter. Salah satu batu terbesar dijadikan memorial untuk John Flynn, orang yang menemukan wilayah sakral tersebut.

Meski dalam kartu pos hanya beberapa batu yang tampak, nyatanya Devils Marbels tersebar di lahan luas. Sejak 2008 kawasan ini menjadi Devils Marbels Conservation Area, membentang 1.802 hektar. Kerennya, kawasan ini dikelola oleh orang suku Aborigin.

Devils Marbels berlokasi di Stuart Highway, 105 Km dari kota terdekat yakni Tennant Creek. Tak jarang wisatawan menyambangi kawasan ini, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Tennant Creek. Tak perlu kuatir soal akomodasi, 12 Km dari Devils Marbels terdapat Wauchope yang punya penginapan bagi wisatawan.

Devils Marbels Conservation Area juga punya tempat untuk berkemah, barbeque, dan toilet umum. Anda juga bisa menyewa caravan dan menginap di kawasan ini. Daya tarik spiritual yang besar menjadikan Devils Marbels diminati turis dari berbagai belahan dunia.

Sumber: http://forum.viva.co.id

Wednesday, May 15, 2013

Misteri Keberadaan Lubang Setan di AS

Kalau Turkmenistan punya Gerbang Neraka, AS punya atraksi wisata yang tak kalah menarik, Lubang Setan namanya. Konon, lubang ini begitu disakralkan penduduk asli Amerika. Anda pun bisa melihatnya langsung, berani?

Adalah Devil's Sinkhole nama atraksi wisata yang berada di kawasan konservasi alam di Rocksprings, Texas, AS. Dilongok dari situs resmi Texas, Selasa (14/5/2013) lubang ini pertama kali pada tahun 1867.

Jika ditengok, lubang ini sebenarnya adalah sebuah gua kapur vertikal. Mulut lubang memiliki besar sekitar 12x18 meter dengan kedalaman mencapai 121 meter.

Menurut arkeolog, gua ini pernah dianggap sakral bagi penduduk asli Amerika. Terbukti degan ditemukannya panah dan harta lain di gua tersebut. Bukti lain juga menunjukkan kalau situs tersebut mungkin pernah dijadikan untuk pemakaman orang mati.

Tak hanya itu, orang asli Amerika juga menganggap Devil's Sinkholes sebagai gua, celah, mata air dan jalan yang berujung ke neraka dan para dewa bumi.

Sayangnya, turis yang datang hanya bisa melihat lubang dan melongok ke bagian dalamnya saja. Anda tidak bisa masuk ke dalam dengan alasan keamanan. Meski begitu, masih banyak kegiatan lain yang bisa turis lakukan di sekitar Lubang Setan. Beberapa di antaranya adalah piknik, trekking, kemping, hingga bird watching. Tapi kegiatan yang paling seru dan ditunggu-tunggu wisatawan adalah tur malam. Di dalam tur ini, Anda akan diajak untuk melihat ribuan kelelawar yang keluar dari dalam Lubang Neraka.

Ya, Devil's Sinkhole memang jadi rumahnya ribuan kelelawar. Tak tanggung-tanggung, ada 3.000-4.000 kelelawar di sana. Jika berminat, siapkan kocek US$ 12 (Rp 116 ribu)/orang untuk harga tiket orang dewasa.

Anda pasti dibuat takjub ketika mereka terbang di langit. Waktu terbaik untuk melakukan tur melihat kelelawar ini adalah saat musim panas. Namun, untuk bisa melakukan wisata ke Devil's Sinkhole, turis harus melakukan reservasi jauh-jauh hari.

http://travel.detik.com/read/2013/05/14/163209/2245643/1383/misteri-keberadaan-lubang-setan-di-as?vt22011381

Wednesday, May 8, 2013

Batu seberat 60 ribu ton ditemukan di dasar Danau Galilea


Sebuah struktur bebatuan seberat 60 ribu ton telah ditemukan di dasar Danau Galilea di Israel, tempat di mana Yesus pernah memberikan khotbah-khotbahnya.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (12/4), susunan batu berbentuk piramida raksasa yang terbuat dari batu basal dan jejeran batu-batu besar setinggi sampai satu meter panjang ini telah membuat para arkeolog kebingungan terkait tujuan dan usia batu itu. Susunan batu ini diperkirakan lebih berat dari kapal perang modern, dengan tinggi hampir sepuluh meter dan lebar 70 meter.
Batu ini ditemukan pertama kali pada 2003 oleh para peneliti melalui sonar laut. Namun, para penyelam baru saat ini turun untuk menyelidiki lebih lanjut dan telah menerbitkan temuan mereka di International Journal of Nautical Archaeology atau Jurnal Arkeologi Bahari Internasional.
Mereka percaya struktur bebatuan itu 200 meter di bawah permukaan air dan terbuat dari batu yang saling menumpuk satu satu sama lainnya, yang kemungkinan menunjukkan desain untuk menandai kuburan.

Para peneliti memperkirakan bebatuan itu sebetulnya dibuat di atas permukaan tanah tetapi kemudian tenggelam saat permukaan laut naik.
Namun, ada juga sebuah teori yang menyebut susunan batu itu kemungkinan memang dibuat di bawah air sebagai pembibitan ikan. Hal ini lantaran struktur seperti itu, dengan susunan lebih kecil, pernah ditemukan sebelumnya yang dibangun untuk tujuan pembibitan ikan.

Para peneliti saat ini akan melakukan penggalian bawah air sebagai upaya untuk menemukan artefak-artefak yang dapat memberikan mereka lebih banyak informasi terkait susunan batu itu.
Peneliti dari Dinas Kepurbakalaan Israel dan Universitas Ben-Gurion, Dr Yitzhak Paz, mengatakan kepada situs LiveScience bahwa susunan batu itu kemungkinan bisa berusia lebih dari 4.000 tahun di awal-awal zaman perunggu.

"Kemungkinan paling logis adalah batu itu diperkirakan sudah ada sejak tiga milenium sebelum masehi, sebab ada fenomena megalitik lainnya yang berasal dari waktu yang sama ditemukan dekat wilayah itu," ucap Paz.
Dia mengatakan jika susunan batu itu terbukti dari era yang sama, maka hal ini bisa terhubung dengan Kota Bet Yerah, yang merupakan salah satu situs terbesar di daerah itu.

Untuk sementara rincian terkait struktur batu itu tetap samar-samar dan para peneliti yakin batu itu dibuat oleh masyarakat yang berperadaban.

http://www.merdeka.com/dunia/batu-seberat-60-ribu-ton-ditemukan-di-dasar-danau-galilea.html

Friday, April 26, 2013

Pulau sampah di berbagai belahan dunia

Pulau merupakan sebuah daratan di atas perairan yang memiliki luas lebih besar dari karang namun lebih kecil dari benua. Pulau ini memiliki beragam bentuk dan rupa mulai dari pulau yang dihuni jutaan penduduk seperti di Jawa dan pulau Sumatera, sampai dengan pulau tidak berpenghuni sama sekali akibat kesulitan akses untuk mengunjunginya. Namun saat ini kita akan membahas pulau dari segi fungsi dimana pulau-pulau dalam artikel ini memiliki fungsi sebagai penampung sampah, baik menampung sampah secara sengaja karena memang difungsikan demikian oleh manusia hingga pulau sampah yang terbentuk begitu saja secara alami akibat perputaran arus laut sehingga sampah-sampah dilaut menjadi gunungan pulau. Sehingga pulau-pulau tersebut pun dinamai sebagai pulau sampah.

Berikut beberapa pulau yang menempati fungsi sebagai pulau sampah berikut ini :

1. Pulau Semakau, Singapura

Singapura merupakan sebuah negara pulau sehingga area untuk pembuangan sampah di negara ini sangat terbatas, akhirnya sebagai solusi pemerintah Singapura pun mengambil kebijakan untuk membuang sampah ke dalam sebuah pulau yang sudah ditata sedemikian rupa agar bisa menampung sampah. Pulau tersebut adalah Pulau Semakau yang terletak sekitar 8 kilometer ke arah selatan Singapura luasnya kurang lebih 3.5 kilometer persegi. Sebagai sebuah pulau, Semakau merupakan pulau kecil yang dirancang oleh insinyur Singapura sebagai solusi untuk pengelolaan sampah. Dalam pulau tersebut terdapat 11 buah teluk yang akan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Semuanya dilengkapi dengan tanggul batu, plastik tebal dan tanah liat agar sampah yang dibuang tidak meluber klaut.

Pulau ini mulai dipakai sejak tahun 1999, dari 11 teluk yang sudah di persiapkan sebagai sampah 4 teluk diantaranya sudah terpakai, teluk yang sudah terpakai kemudian ditutup oleh tanah dan ditanami berbagai rumput dan pepohonan diatasnya. Walaupun untuk proses penghijaun ini menelan biaya yang sangat besar sekitar 400 juta dollar, namun setidaknya bisa untuk menampung sampah sampai 63 juta meter kubik, jumlah seperti itu cukup untuk manmpung sampah dari Singapura sampai tahun 2040 nanti.

2. Yumenoshima, Jepang

Seperti halnya dengan Singapura, Jepang juga memanfaatkan pulau sebagai solusi atas sampah di negara mereka. Bedanya Jepang sudah mulai melakukan hal tersebut sejak dahulu tepatnya tahun 1960-an, pulau tersebut bernama pulau Yumenoshima dan merupakan sebuah pulau buatan yang diciptakan sebagai solusi untuk sampah di negara Jepang. Namun sejak tahun 1972 pulau ini tidak difungsikan lagi sebagai sebuah pulau tempat pembuangan sampah, agar tidak sia-sia pemerintah kemudian menyulap pulau sampah ini menjadi sebuah taman yang cantik dan unik dengan berbagai fasilitas di dalamnya. Sehingga siapapun yang berkunjung ke pulau ini tidak akan lagi menyangka bahwa pulau ini dahulunya merupakan pulau untuk membuang sampah.

3. Pulau Thilafushi, Maladewa

Thilafushi adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Maladewa, Awalnya pulau ini hanyalah sebuah karang pada tahun 80-an lalu, namun seiring berjalannya waktu karena tidak adanya tempat pembuangan limbah yang layak maka digunakanlah Pulau Thilafushi sebagai tempat pembuangan limbah. Namun pengelolaan limbah di pulau ini benar-benar buruk dan pemerintah belum mendapatkan solusi untuk mengganti tempat pembuangan limbah di pulau ini. Sebagai akibat beberapa puluh tahun sampah benar-benar menggunung dan melebihi kapasitas maksimal pulau untuk menampung sampah. Keadaan itu diperparah oleh para pengelola hotel mewah yang tidak sabar untuk bergantian bongkar muat sampah didaratan pulau Thilafushi, mereka membuang sampah-sampah di laguna sehingga sampah pun menjadi semakin tidak teratur.

Sampah-sampah tersebut ada juga yang dibakar sehingga menyebabkan asap hitam membungbung tinggi ke angkasa, awan hitam yang tidak hanya awan biasa namun awan pekat menyengat hasil dari pembakaran sampah. Untuk antisipasi pada tahun 2011 lalu pemerintah Maladewa pernah melarang pembuangan sampah di pulau ini karena akan diadakan pembersihan laguna dari sampah secara besar-besaran.

4. Floating Garbage Island, Samudera Pasifik

Diantara semua pulau yang lain, Floating Garbage Island merupakan pulau yang paling terkenal diantara pulau lainnya. Hal ini terjadi karena pulau ini terbentuk bukan karena buatan manusia namun akibat dari bertumpuknya sampah yang terdapat dalam lautan akibat pusaran arus samudera pasifik. Pulau ini merupakan representasi rendahnya kesadaran manusia dan cermin dari kerusakan lingkungan di dunia, berbagai sampah yang di buang manusia ke laut berkumpul dalam satu titik sehingga membentuk sebuah pulau bernama Floating Garbage Island. Sampah yang terbentuk dan berkumpul pun mayoritas merupakan sampah plastik yang sangat sulit untuk diurai, sampah plastik yang sudah lama terombang-ambing dalam lautan kemudian terlihat seperti hancur. Padahal sampah ini sebenarnya tidak hancur benar namun berubah menjadi partikel-partikel kecil plastik yang tidak terurai.

Akibatnya bisa di tebak lingkungan di daerah ini rusak, ekosistem banyak yang terganggu, bahkan ditemukan beberapa burung dan ikan yang mati akibat mengkonsumsi limbah plastik yang hewan tersebut kira merupakan makanan hewan tersebut. Sebuah kenyataan yang miris dimana pulau yang memiliki luas 2x lebih besar wilayah negara bagian Texas ini terus bertambah besar setiap tahunnya.

*(http://www.merdeka.com/ireporters/dunia/pulau-sampah-di-berbagai-belahan-dunia.html)

Thursday, January 31, 2013

Hujan warna Warni di Srilanka

Ada sebuah fenomena aneh di Sri Lanka yakni hujan warna warni jadi hujan yang turun memiliki aneka waran penasaran seperti apa  hujan warna warni di Sri Lanka ini.

Ada sebuah fenomena hujan aneh di Sri Lanka yakni hujan Warna warni yang terjadi di berbagai daerah di Sri Lanka. Media Sri Lanka melaporkan telah terjadi hujan berwarana yang berbeda beda disetiap derah di Sri LankaHujan berwarna merah dilaporkan terjadi di wilayah Provinsi Uva, sedangkan hujan berwarna biru sempat terlihat di wilayah uara negara itu.

Tidak hanya itu saja warga juga pernah menyaksikan adanya hujan yang berwarna berwarna kuning dan hijau. Para peneliti di Sri Lanka masih mencari tahu apa penyebab terjadinya hujan warna warni yang terjadi di Negara Sri Lanka. Para ilmuan berpendapat bahwa warna yang terjadi pada hujan bisa saja dipengaruhi pleh apa yang terdapat pada air hujan contohnya saja warna warna merah muncul akibat hujan tersebut mengandung alga yang memiliki warna kemerahan, sedangkan warna yang lainnya dapat disebabkan oleh debu yang ada di langit ketika hujan itu turun.

Fenomena hujan berwarna ini juga pernah di alami oleh beberapa ngegara lainya seperti di India dan Afganistan.

(Sumber: http://palingseru.com)

Wednesday, January 30, 2013

Es Abadi Di Gua Gletser Yang Menakjubkan

Sekumpulan gambar-gambar menakjubkan yang akan kami tampilkan berikut adalah keindahan pemandangan dunia yang baru ditemukan di sebuah jurang es di bawah Pegunungan Rocky.
Gua yang berada di bawah jurang ini disebut Ice Booming, nama ini diambil dari peristiwa jatuhnya bongkahan batu besar ke dalam gua dengan kedalam 140 meter yang menghasilkan suara Boom! Pemandangan indah berawal dari es jernih yang mengkristal dengan ketebalan beberapa meter, para penjelajah yang mengambil foto-foto gua tersebut mengatakan perjalanan di atasnya membuat mereka merasa seperti terbang melayang.

Ketika para penjelajah (yaitu Adam Walker, Nick Vieira dan Christian Stenner ) berkomunikasi dalam gua maka mengalami kesulitan karena suaranya menjadi echo dan harus menunggu beberapa detik untuk mendengar setiap suku kata diucapkan.

Gua ini dikenal sebagai gua perangkap dingin, di mana udara musim dingin mengendap ke kedalaman dan tidak pernah dapat keluar melarikan diri. Hal itu membuat suhu dalam gua menjadi dingin sekali dan es pun tidak akan mencair.

Mencairnya salju dan air hujan yang menetes ke bawah pintu masuk gua itu berubah menjadi sebuah seluncuran air alami yang menakjubkan. goa gletser 8 Pemandangan Es Abadi Di Gua Gletser Yang Menakjubkan Ini adalah gambar menakjubkan yang menggambarkan keindahan pemandangan dunia baru yang ditemukan di sebuah jurang es di bawah Pegunungan Rocky. 


 Sumber: forum.viva.co.id

Thursday, December 13, 2012

Pulau yang Bisa Berubah Tempat


 Schiermonnikoog adalah sebuah pulau kecil di lepas pantai Belanda yang terus bergerak ke selatan dan timur karena efek kombinasi angin laut saat ini. Alhasil, pulau ini seperti bisa berpindah tempat.


Pada 762 tahun yang lalu, Pulau Schiermonnikoog berada 2km ke utara dari posisinya saat ini. Pulau ini sebenarnya tidak benar-benar bergerak, laut mengikis pulau di satu sisi yang menyebabkan pulau memiliki bentuk yang sedikit berbeda setiap harinya.


"Schiermonnikoog", nama ini berasal dari para biarawan yang dulu tinggal di pulau. "Monnik" berarti biarawan dan "Schier" adalah sebuah kata kuno yang berarti abu-abu, mengacu pada warna yang biasa digunakan para biarawan, 'Oog" diterjemahkan sebagai pulau sehingga jika digabungkan, Schiermonnikoog dapat berarti 'pulau para biarawan abu-abu".

Pulau kecil berukuran 16km dengan lebar 4km ini merupakan situs taman nasional pertama di Belanda. Satu-satunya desa yang ada di pulau ini disebut dengan nama yang sama, yaitu Schiermonnikoog, dengan penduduk sekira 1.000 orang yang tinggal secara permanen.


Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama pulau ini. Fasilitas yang tersedia di sini, berupa perkemahan, dermaga untuk kapal ferry, pelabuhan untuk kapal-kapal kecil, 15 hotel, ratusan villa, dan apartemen, seperti dilansir AmusingPlanet.

Setiap tahunnya pulau ini dikunjungi oleh 300.000 orang. Jika Anda ingin berjalan-jalan menggunakan mobil di pulau ini, Anda akan merasa seperti di jalan bebas mobil, karena di pulau ini hanya terdapat 200 buah mobil.
sumber

Thursday, October 4, 2012

Bentuk Pasir Setelah Diperbesar 110 Kali

Pasir adalah adalah sebuah kecil bagian dari sejarah bumi milyaran tahun yang lalu, bahkan ketika penciptaan bumi pertama kali, benda ini telah memenuhi bumi dan menjadi bagian awal mula munculnya kehidupan.
Pasir sendiri tercipta dari sisa-sisa ledakan gunung berapi, mengikis pegunungan, organisme mati, dan bahkan struktur buatan, pasir dapat mengungkap sejarah-baik biologi dan geologi-lingkungan lokal. Seorang ilmuwan Gary Greenberg meneliti pasir lebih dalam, ternyata pasir dapat mengungkapkan warna yg spektakuler dari segi bentuk maupun tekturnya.
Berikut ini bentuk-bentuk pasir dalam bentuk 3D oleh Greenberg dengan menggunakan Mikroskop Edge 3D (pembesaran 110 kali), kumpulan butiran pasir dari belahan dunia.

 Sumber: Berita unik

Thursday, March 3, 2011

'Gerbang Neraka' di Turkmenistan

Fenomena aneh terdapat di Gurun Karakum di  Turkmenistan. Di dekat desa  terpencil, Derweze yang dihuni 350 orang, terdapat sebuah kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter. Kawah ini terus-menerus mengeluarkan api dan terbakar selama 38 tahun.

Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer. Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif. Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.

Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu. Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video 'Gerbang Neraka' juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang -- meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.

Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov 'Gerbang Neraka'. Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.

Berdymukhamedov mengatakan bahwa "anomali ini'  telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum
(vivanews.com)

Thursday, January 6, 2011

Kelompok Ini Ramalkan Kiamat pada 21 Mei 2011

Lupakan spekulasi bahwa akhir dunia akan terjadi pada 12 Desember 2012 sebagaimana akhir penanggalan Bangsa Maya. Sebuah kelompok Kristen independen di AS bahkan meramalkan kiamat akan datang lebih cepat: 21 Mei 2011 mendatang.

Adalah Marie Exley, veteran Angkatan Darat AS yang gencar mengkampanyekan peringatan kiamat ini. Exley adalah anggota gereja independen AS yang berkotbah melalui siaran radio dan Internet. Kelompok gereja ini mengklaim mendasarkan ramalannya pada Alkitab.

Mereka gencar menyebarkan pesan kiamat melalui papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan, dan mengerahkan sukarelawan menyebarkan pamflet-pamflet di berbagai sudut kota, dari Bridgeport hingga Little Rock, Arkansas. Untuk menyebarkan pesan itu di luar AS, mereka bahkan punya kelompok sukarelawan yang akan berkeliling Afrika dan Amerika Latin.

"Banyak orang mungkin berpikir: kiamat akan datang, ayo berpesta. Tapi kami diperintahkan Tuhan untuk memberi peringatan," kata Exley. "Aku bisa saja seperti orang lain, tapi akan lebih baik tahu ketika kiamat tiba, Anda tahu, Anda akan selamat."

Pada bulan Agustus, Exley meninggalkan rumahnya di Colorado Springs,  untuk bekerja di sebuah radio komunitas di Oakland, California. Radio tersebut adalah radio pelayanan Kristen yang dipimpin Harold Camping-- orang yang paling bertanggung jawab atas ramalan akhir zaman versi ini.

"Jika Anda masih ingin mengatakan kami gila, silakan. Tapi tidak ada salahnya untuk melihat pesan ini," kata Exley.

Harold Camping (89) yakin Alkitab pada dasarnya memiliki fungsi sebagai  kalender kosmik yang menjelaskan dengan pasti hal-hal yang bisa  diramalkan.

Pensiunan insinyur itu mengklaim kalkulasinya didasarkan pada Alkitab. Berbagai peristiwa eksternal, seperti berdirinya negara Israel pada 1948, menurutnya adalah tanda-tanda yang mengkonfirmasikan akurasi kalkulasinya. "Tanpa keraguan, aku berpendapat 21 Mei adalah hari pengangkatan dan penghakiman,"  kata dia.

Camping percaya, di bulan Oktober 2011, orang-orang yang beriman akan  dibawa ke surga dan para pendosa tetap berada di Bumi untuk menerima siksa.

Bagaimana jika 21 Mei berlalu tanpa ada apapun?
"Kalau 21 Mei berlalu dan aku masih di sini, berarti aku tak diselamatkan. Apakah itu berarti firman Tuhan tak akurat? Tidak sama sekali," dia berkilah.

Prediksi Camping tak diamini banyak gereja lainnya. Kata mereka, tak seorangpun yang bisa memastikan hari atau jam semesta akan berakhir. 
Ramalan ala Camping bukan hal baru. Seorang pemimpin kelompok Baptis, William Miller pernah meramalkan dunia berakhir 22 Oktober 1844 silam, namun toh matahari masih bersinar terang sampai hari ini.

Sumber: Vivanews.com

Tuesday, January 4, 2011

Hujan Badai Buatan Di Gurun Abu Dhabi

Ilmuwan yang bekerja dengan Seikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, presiden Uni Emirat Arab dan pemimpin Abu Dhabi berhasil menciptakan 50 hujan badai di wilayah Al Ain, Abu Dhabi tahun lalu, wilayah gurun yang notabene sangat kering.
Para ilmuwan tersebut bekerjasama dengan perusahaan asal Swiss Metro System International yang dipimpin oleh Helmut Fluhrer dan Max Planck Institute for Meteorology, salah satu lembaga riset atmosfer utama dunia.
Fluhrer mengatakan, "Kami mengoperasikan teknologi inovatif pembuat hujan disebut Wheaternec di daerah Al Ain, Abu Dhabi. Kami memulainya Juni 2010 dan telah mebuat beberapa hujan."
Menurut pengakuan para ilmuwan, kebanyakan hujan berhasil diciptakan pada bulan Juli-Agustus. Para ilmuwan mengkalim bahwa hujan tersebut merupakan hujan pertama yang berhasil diciptakan dalam kondisi langit yang benar-benar cerah.
Untuk menciptakan hujan itu, para ilmuwan menggunakan pengion raksasa sebanyak 5 buah yang berbentuk mirip penutup lampu. Pengion digunakan untuk menghasilkan medan muatan negatif sehingga bisa membentuk awan.
Di samping pengion, terdapat 20 pengemisi yang bisa mengirim ion pembentuk awan ke atmosfer. Selama empat bulan pengemisi itu telah dinyalakan tahun lalu, saat kelembapan atmosfer mencapai 30% atau lebih.
Beberapa ilmuwan yang meragukan keberhasilan proyek ini. Pasalnya, Abu Dhabi terletak di pantai. Biasanya, wilayah tersebut bisa mengalami hujan musim panas, dipicu adanya kelembaban udara lebih tinggi akibat arus laut yang hangat.
Tapi, para ilmuwan yang menjalankan proyek ini tetap yakin. Professor Peter Wilderer dari Technical University of Munich yang menyaksikan secara langsung tetap percaya pada hasil penelitian.
"Kami sampai di langkah besar yang lebih dekat menuju titik di mana kita bisa meningkatkan ketersediaan air tawar untuk semuanya, dalam perubahan global yang dramatis."
sumber: http://menujuhijau.blogspot.com/2011/01/50-hujan-badai-buatan-di-gurun-abu.html

Wednesday, October 27, 2010

Sungai Raksasa di Dasar Laut Hitam

www.anehindah.blogspot.com - Sebuah sungai raksasa, yang bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris. Yang luar biasa, sungai ini ditemukan di dasar Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil.

Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu. Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun. Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil.

Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir. Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris. Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di  Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.

Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam. Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi. Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, "Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut di sekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen."

"Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisal, seperti halnya sungai di darat," demikian penjelasan Parsons  seperti dimuat laman Daily Mail, Minggu 1 Agustus 2010. Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya.

"Itu memiliki peran yang penting, seperti arteri, yang memberikan kehidupan di laut dalam."

Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di darat. Para ilmuwan telah lama menduga bahwa keberadaan sungai dasar laut sangat masuk akal,  setelah pemindai sonar  mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok di banyak lautan di dunia.

Di antara yang terbesar, adalah sungai bawah tanah di perairan Brazi, di mana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik. Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air.

Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.

Dr Parsons menemukan bahwa sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil per jam, mengalirkan 22.000 meter kubik air per detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine. Sungai bawah laut ini Sungai mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilangke laut dalam. (umi/VIVAnews)

Wednesday, October 20, 2010

Permukaan Bumi Semakin ke Utara

www.anehindah.blogspot.com - Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, pergeseran ini lebih besar dibandingkan dengan yang mereka perkirakan. Akan tetapi, di luar efek minor pada satelit, tidak ada efek signifikan yang akan terasa.

Peneliti menemukan, pergeseran massa air di seluruh dunia, dikombinasikan dengan apa yang disebut dengan post-glacial rebound, telah menggeser permukaan bumi dari pusatnya sebanyak 0,035 inci atau 0,88 milimeter per tahun ke arah kutub utara.

Post-glacial rebound merupakan efek balik dari permukaan padat bumi terhadap berkurangnya gletser dan hilangnya beban berat. Dengan berkurangnya gletser pada akhir jaman es, tanah di bawah es mulai naik dan terus naik. Untuk itu, seperti sudah diperkirakan, lapisan padat di permukaan akan bergerak ke utara sebagai efek dari pusat massa planet.

Saat menghitung perubahan ini, para ilmuwan mengombinasikan data gravitasi dari NASA dan satelit German Aerospace Center Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang mengukur pergerakan permukaan bumi lewat GPS dan model yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA yang memperkirakan massa samudra di atas setiap titik di dasar samudera.

Xiaoping Wu, peneliti JPL di Pasadena, California memperkirakan, penyebab utama pergeseran permukaan bumi adalah karena melelehnya lapisan es Laurentide, yang menyelimuti sebagian besar Kanada dan bagian utara Amerika Serikat di jaman es lalu.

“Temuan baru ini ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan terdahulu yang hanya 0,019 inci atau 0,48 milimeter per tahun,” kata Wu, seperti dikutip dari Livescience, 28 September 2010.

Meski demikian, Wu menyebutkan, pergerakan permukaan ke arah atas tidak akan mempengaruhi kehidupan di bumi. “Pergeseran itu kurang dari satu milimeter per tahun, jadi tidak berpengaruh,” kata Wu. “Beda halnya jika pergeseran mencapai 1 sentimeter. Itu akan menghadirkan perubahan yang signifikan,” ucapnya.

Walaupun pergerakan lempeng tidak mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, pergeseran ini akan berpengaruh pada pelacakan satelit dan pesawat luar angkasa. “Seatelit di orbit di mencatat informasi dari luar angkasa dan berkorespondensi dengan instrumen yang ada di permukaan bumi,” kata Wu. “Pergerakan ini akan berpengaruh pada bagaimana kita melacak pesawat atau satelit tersebut,” ucapnya.

Laporan terbaru seputar pergeseran permukaan bumi tersebut dibuat oleh para peneliti dari JPL, Delft University of Technology di Belanda, serta Netherlands Institute for Space Research. Hasilnya dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi bulan ini. (umi/VIVAnews)

Sunday, October 17, 2010

Lubang Raksasa Baru di Guatemala City

www.anehindah.blogspot.com- Badai tropis Agatha yang menerjang ibukota Guatemala akhir pekan lalu menghadirkan sebuah lubang raksasa, nyaris membentuk satu lingkaran penuh. Lubang itu berdiameter 20 meter dan berkedalaman hampir 30 meter. Lubang tersebut menganga di sebuah perempatan jalan di Guatemala City.

Warga di sekitar perempatan jalan itu mengungsi ke kawasan terdekat. Namun, para ahli geologi terus berdatangan. Geologis mengatakan, bentuk sirkular yang terbentuk itu menyerupai bentuk gua bawah tanah. Namun, apa penyebab sesungguhnya hingga terbentuk lubang tersebut masih menjadi misteri.

"Saya pastikan ini bukan sebuah patahan geologis, dan bukan produk dari sebuah gempa bumi," kata David Monterroso, insinyur geofisika dari National Disaster Management Agency. "Itu yang baru kami ketahui," lanjut Monterroso, Selasa, 1 Juni 2010.

Lubang tersebut terbentuk Sabtu pekan lalu dan "memakan" sebuah pabrik pakaian. Lokasi lubang baru itu terletak dua kilometer dari lubang serupa yang terbentuk tiga tahun lalu. Lubang yang tercipta pada 2007 menewaskan tiga orang dan menelan beberapa rumah di kawasan yang sama.

Penduduk sekitar lokasi mengatakan bahwa merupakan suatu keajaiban para pekerja pabrik tidak tewas. "Mereka beruntung," kata seorang warga Honora Oliva said. "Mereka pulang pukul 6 sore, satu jam sebelum permukaan bumi terbuka," lanjut Oliva.

Satpam pabrik juga beruntung karena dia telah meninggalkan pabrik untuk pulang ke rumahnya yang terkena banjir akibat hujan lebat yang dibawa badai Agatha. Badai yang menerjang Amerika Tengah tersebut menewaskan sedikitnya 180 orang. Beberapa warga yakin kalau satu atau dua orang telah hilang, tetapi otoritas mengatakan tidak ada korban tewas dilaporkan. (Associated Press/VIVAnews)

Popular Posts