Friday, May 22, 2015
Ini dia Sumber Emas terbesar di Bumi yang baru ditemukan
Label: bumi
Friday, October 31, 2014
Lubang raksasa Siberia bantu ungkap misteri Segitiga Bermuda?
Di awal tahun 2014 ini,beberapa lubang raksasa diketahui bermunculan di berbagai kawasan di Siberia. Total ada tiga lubang raksasa yang muncul secara tiba-tiba di daerah semenanjung Yamal dan Taymyr. seperti yang dilansir merdeka.com
Tidak sedikit yang berpendapat apabila lubang raksasa dengan kedalaman puluhan sampai ratusan meter tersebut adalah buatan manusia, dan ditujukan untuk mencari sensasi saja.Namun, ilmuwan Institut Trofimuk punya kesimpulan lain, mereka menyatakan bila lubang tersebut terbentuk akibat aktivitas pelepasan gas hidrat dalam jumlah besar. Gas tersebut dapat keluar akibat keberadaan garis patahan tanah di sekitarnya. Karena karakteristik tanah atau batuan patahan yang cenderung lemah plus kondisi iklim di atas tanah yang labil, maka gas tersebut dapat keluar dalam jumlah besar sekaligus, sehingga terlihat seperti sebuah ledakan dahsyat dan meninggalkan sebuah lubang raksasa.
Gas-gas hidrat sejatinya adalah gabungan antara partikel es yang bersatu dengan gas metan yang juga terkenal dapat meledak saat bercampur dengan oksigen bebas. Jenis gas ini memang banyak terdapat di bawah tanah belahan bumi bagian utara dan juga beberapa lapisan bawah tanah lautan dunia. Perubahan iklim seperti pemanasan global dianggap sebagai pemicu mencairnya lapisan es tanah yang membuat produksi gas hidrat meningkat drastis.
Menurut para ahli, terdapat koneksi antara sumber gas hidrat di daerah lautan Atlantik bagian utara (sekitar Siberia) dengan laut di sekitar Puerto Rico yang menjadi salah satu ujung segitiga Bermuda. Bahkan, jurnal sains Siberia juga menyatakan bila lubang raksasa di Siberia adalah 'kerabat dekat' dari segitiga Bermuda, Daily Mail (10/10).
Ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov, yakin bila terdapat 'benih-benih' ledakan gas hidrat di dasar laut segitiga Bermuda, terutama di sekitar lempeng tektonik. Saat ledakan gas terjadi lautan di sekitarnya akan memanas dan membuat kapal-kapal kurang beruntung di atasnya tenggelam akibat konsentrasi air yang berubah secara drastis. Bahkan, gas metan dalam jumlah masif yang terlepas di langit segitiga Bermuda dapat membuat lapisan udara sangat tidak stabil. Sehingga, bukan hal yang mustahil bila pesawat-pesawat banyak yang jatuh di area itu.
Apakah dengan kemunculan teori ini, misteri segitiga Bermuda akan terungkap untuk selamanya?
Sumber: http://www.tujuhnews.com/view.php?id=180&jenis=Dunia
Label: bumi
Friday, September 26, 2014
Negara Pembuang Sampah ke Samudera Kini Bisa Diidentifikasi
Model baru pemetaan samudera di seluruh dunia yang dipublikasikan di Jurnal Chaos, Selasa (2/9/2014), misalnya menunjukkan jalur sampah antara Hawaii dan California yang dipenuhi bahan-bahan plastik, limbah kimia, dan sampah lainnya, terbentuk oleh pusaran di Pasifik Utara.
Menurut para ilmuan, empat pusaran yang membentuk tumpukan sampah lainnya juga terdapat di Samudera Hindia, Atlantik Utara, Atlantik Selatan, dan Pasifik Selatan.
Laporan ini menjelaskan bahwa menurut akal sehat, tumpukan sampah di lokasi tertentu misalnya di Pasifik Utara, tentu saja berasal dari negara-negara di sekitar samudera tersebut.
Namun menurut pakar kelautan Dr Erik van Sebille dari University of New South Wales, Australia, persoalannya tidak seserdahana itu khususnya untuk belahan Bumi selatan.
"Selama ini pemetaan samudera sangat artifisial," kata Dr van Sebille kepada ABC Australia. "Para ahli geografi selama ini hanya membuat batas samudera tanpa memikirkan bagaimana perputaran air laut yang sebenarnya."
Dr van Sebille dan dua rekannya ahli matematika telah mengembangkan model baru arus samudera dunia yang didasarkan atas apa yang disebut sebagai "ergodic theory", yang digunakan dalam analisa sistem interkoneksi.
"Kami meneliti daerah tangkapan dari setiap jalur sampah di samudera," jelasnya.
Sampah-sampah yang mereka temukan di permukaan laut itu ternyata bergerak sangat berbeda dari perkiraan selama ini.
Misalnya, kata Dr van Sebille, secara tradisional samudera di sebelah barat Tasmania selama ini dikenal sebagai Samudera Hindi dan di sebelah timur dikenal sebagai Samudera Pasifik.
"Pembatasan seperti itu sama sekali tidak berguna di lapangan," ujarnya.
Dikatakan, jika seseorang membuang sampah di kawasan Great Australian Bight - suatu kawasan pantai di Australia Selatan dan sebagian Victoria yang secara tradisional masuk dalam wilayah Samudera Hindia, maka kemungkinan besar sampah tersebut akan berakhir justru di Samudera Pasifik.
Contoh lainnya, meskipun Madagascar, Afrika Selatan, dan Mozambique berbatasan dengan dengan Samudera Hindia, namun sampah-sampah dari negara itu kemungkinan besar akan berakhir justru selatan Samudera Atlantik.
Dengan model pemetaan baru ini, kata Dr van Sebille, kita bisa menentukan dari mana sumber tumpukan sampah di lokasi tertentu di samudera.
"Namun kita tidak akan dapat menentukan jumlah sampah yang mereka buang, tapi kita bisa tahu dari mana sampah itu berasal," jelasnya.
Sumber: www.detikNews.com
Label: bumi
Saturday, September 20, 2014
Ditemukan Harta Karun Mineral di Afganistan
Dilansir Live Science, Jumat 5 September 2014, kesimpulan taksiran nilai energi mineral itu disampaikan tim survei Geologi Amerika (USGS) yang telah menyurvei harta karun perut bumi Afganistan itu sejak 2006 lalu.
Peneliti AS menyurvei melalui misi udara untuk melihat magnet, gravitasi Afganistan. Survei magnetik menyelidiki mineral besi tanah hingga kedalaman 10 Km di bawah permukaan tanah. Sementara survei gravitasi mencoba mengidentifikasi cekungan sedimen penuh yang berpotensi kaya minyak dan gas.
Survei dilaporkan menemukan spektrum cahaya yang dipantulkan dari batu, yang menunjukkan adanya identifikasi unik untuk setiap mineral. Peneliti hanya butuh waktu dua bulan untuk meneliti 70 persen wilayah Afganistan.
Hasil survei tim Amerika ini diverifikasi dengan semua temuan Uni Soviet. Beberapa dekade lalu, Uni Soviet memang menjadi sekutu bagi Afganistan. Hasilnya Afganistan memiliki 60 juta ton tembaga, 2,2 miliar ton biji besi, 1,4 juta ton elemen langka seperti lantanum, cerium dan neodvmium, alumunium, emas, perang, besi, merkuri dan lithium.
Di salah satu provinsi yaitu Helmand, itu saja ditemukan kandungan karbonat Khanneshin senilai US$89 miliar.
"Afganistan adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya mineral. Kami telah mengidentifikasi potensi setidaknya deposit mineral 24 kelas dunia," ujar Jack Medlin, seorang ahli geologi dan manajer program proyek USGS Afghanistan.
Pada 2010, data USGS itu menarik perhatian Gugus Tugas Bisnis dan Operasi Stabilitas Departemen Pertanahan AS (TFBSO). Taksiran lembaga pertahanan itu, Afganistan memiliki nilai sumber daya mineral US$908 miliar, sementara prakiraaan Pemerintah Afganistan nilai mencapai US$3 triliun.
Selanjutnya dalam 4 tahun terakhir, USGS dan TFBSO memulai penilaian lanjut atas kandungan mineral. Untuk kali ini penelitian dilakukan langsung di daratan, bukan dari udara.
Sejauh ini diketahui, Pemerintah Afganistan telah menandatangani kontrak 30 tahun dengan perusahaan pertambangan negara milik Tiongkok, China Metallurgical Group. BUMN Tiongkok itu mengeksploitasi cadangan tembaga di kawasan Mes Aynak.
Dengan kekayaan itu, Said Mirzad, Koordinator program USGS Afganistan mengatakan, sebenarnya Afganistan bisa keluar dari predikat negara miskin dan bisa digunakan untuk memerangi kejahatan dan terorisme.
Meski memiliki nilai pertambangan yang menggiurkan, tapi tak mudah untuk menambang di negeri Timur tengah itu. Faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama. Sebagaimana diketahui, usai perang Taliban dengan AS pada 2003 lalu, situasi politik Afganistan tak menentu. Masih sering terjadi konflik sosial.
Tantangan lainnya kurangnya infrastruktur akses ke pertambangan misalnya rel kereta, jalan dan air.
Sumber: VIVA.co.id
Label: bumi
Wednesday, May 22, 2013
Misteri Kemunculan Batu Setan di Australia
Devils Marbles alias Batu Setan adalah salah satu tempat keramat bagi suku Aborigin di Australia. Terletak dekat Kota Tenant Creek di Northern Territory, wisatawan bisa berkunjung untuk merasakan aura spiritualnya.Gambar Devils Marbels banyak ditemukan di kartu pos, atau kalender yang jadi suvenir saat Anda berkunjung ke Australia. Tampak batu-batu bundar raksasa tersebar di lanskap gersang yang luas. Tanahnya merah, mirip dengan Uluru atau Grand Canyon di AS.
Padahal, Devils Marbels bukan sekadar formasi bebatuan bundar raksasa. Ini adalah salah satu tempat yang dikeramatkan suku Aborigin setempat. Mereka menyebutnya 'Karlu Karlu'.
Dari situs Travel Outback Australia, Jumat (17/5/2013), banyak cerita dan legenda yang melatarbelakangi munculnya Devils Marbels. Ada yang menganggap Devils Marbels sebagai fosil telur hewan purba. Tapi para ilmuwan menyangkalnya.
Lebih dari sejuta tahun lalu, erosi batu pasir menyebabkan batu-batu granit berubah bentuk menjadi bulat. Satu lahan yang sangat luas bagai dipenuhi kelereng raksasa. Namun teriknya matahari dan gersangnya lahan membuat batu-batu ini terbelah menjadi dua, meski ada pula batu yang masih berbentuk bundar.
Ada beberapa batu yang diameternya mencapai 6 meter. Beberapa batu lebih kecil berdiameter kurang dari 1 meter. Salah satu batu terbesar dijadikan memorial untuk John Flynn, orang yang menemukan wilayah sakral tersebut.
Meski dalam kartu pos hanya beberapa batu yang tampak, nyatanya Devils Marbels tersebar di lahan luas. Sejak 2008 kawasan ini menjadi Devils Marbels Conservation Area, membentang 1.802 hektar. Kerennya, kawasan ini dikelola oleh orang suku Aborigin.
Devils Marbels berlokasi di Stuart Highway, 105 Km dari kota terdekat yakni Tennant Creek. Tak jarang wisatawan menyambangi kawasan ini, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Tennant Creek. Tak perlu kuatir soal akomodasi, 12 Km dari Devils Marbels terdapat Wauchope yang punya penginapan bagi wisatawan.Devils Marbels Conservation Area juga punya tempat untuk berkemah, barbeque, dan toilet umum. Anda juga bisa menyewa caravan dan menginap di kawasan ini. Daya tarik spiritual yang besar menjadikan Devils Marbels diminati turis dari berbagai belahan dunia.
Sumber: http://forum.viva.co.id
Wednesday, May 15, 2013
Misteri Keberadaan Lubang Setan di AS
Kalau Turkmenistan punya Gerbang Neraka, AS punya atraksi wisata yang tak kalah menarik, Lubang Setan namanya. Konon, lubang ini begitu disakralkan penduduk asli Amerika. Anda pun bisa melihatnya langsung, berani?Adalah Devil's Sinkhole nama atraksi wisata yang berada di kawasan konservasi alam di Rocksprings, Texas, AS. Dilongok dari situs resmi Texas, Selasa (14/5/2013) lubang ini pertama kali pada tahun 1867.
Jika ditengok, lubang ini sebenarnya adalah sebuah gua kapur vertikal. Mulut lubang memiliki besar sekitar 12x18 meter dengan kedalaman mencapai 121 meter.
Menurut arkeolog, gua ini pernah dianggap sakral bagi penduduk asli Amerika. Terbukti degan ditemukannya panah dan harta lain di gua tersebut. Bukti lain juga menunjukkan kalau situs tersebut mungkin pernah dijadikan untuk pemakaman orang mati.
Tak hanya itu, orang asli Amerika juga menganggap Devil's Sinkholes sebagai gua, celah, mata air dan jalan yang berujung ke neraka dan para dewa bumi.
Sayangnya, turis yang datang hanya bisa melihat lubang dan melongok ke bagian dalamnya saja. Anda tidak bisa masuk ke dalam dengan alasan keamanan. Meski begitu, masih banyak kegiatan lain yang bisa turis lakukan di sekitar Lubang Setan. Beberapa di antaranya adalah piknik, trekking, kemping, hingga bird watching. Tapi kegiatan yang paling seru dan ditunggu-tunggu wisatawan adalah tur malam. Di dalam tur ini, Anda akan diajak untuk melihat ribuan kelelawar yang keluar dari dalam Lubang Neraka.
Ya, Devil's Sinkhole memang jadi rumahnya ribuan kelelawar. Tak tanggung-tanggung, ada 3.000-4.000 kelelawar di sana. Jika berminat, siapkan kocek US$ 12 (Rp 116 ribu)/orang untuk harga tiket orang dewasa.
Anda pasti dibuat takjub ketika mereka terbang di langit. Waktu terbaik untuk melakukan tur melihat kelelawar ini adalah saat musim panas. Namun, untuk bisa melakukan wisata ke Devil's Sinkhole, turis harus melakukan reservasi jauh-jauh hari.
Label: bumi
Wednesday, May 8, 2013
Batu seberat 60 ribu ton ditemukan di dasar Danau Galilea
Friday, April 26, 2013
Pulau sampah di berbagai belahan dunia
Berikut beberapa pulau yang menempati fungsi sebagai pulau sampah berikut ini :
1. Pulau Semakau, Singapura
Singapura merupakan sebuah negara pulau sehingga area untuk pembuangan sampah di negara ini sangat terbatas, akhirnya sebagai solusi pemerintah Singapura pun mengambil kebijakan untuk membuang sampah ke dalam sebuah pulau yang sudah ditata sedemikian rupa agar bisa menampung sampah. Pulau tersebut adalah Pulau Semakau yang terletak sekitar 8 kilometer ke arah selatan Singapura luasnya kurang lebih 3.5 kilometer persegi. Sebagai sebuah pulau, Semakau merupakan pulau kecil yang dirancang oleh insinyur Singapura sebagai solusi untuk pengelolaan sampah. Dalam pulau tersebut terdapat 11 buah teluk yang akan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Semuanya dilengkapi dengan tanggul batu, plastik tebal dan tanah liat agar sampah yang dibuang tidak meluber klaut.
Pulau ini mulai dipakai sejak tahun 1999, dari 11 teluk yang sudah di persiapkan sebagai sampah 4 teluk diantaranya sudah terpakai, teluk yang sudah terpakai kemudian ditutup oleh tanah dan ditanami berbagai rumput dan pepohonan diatasnya. Walaupun untuk proses penghijaun ini menelan biaya yang sangat besar sekitar 400 juta dollar, namun setidaknya bisa untuk menampung sampah sampai 63 juta meter kubik, jumlah seperti itu cukup untuk manmpung sampah dari Singapura sampai tahun 2040 nanti.
2. Yumenoshima, Jepang
Seperti halnya dengan Singapura, Jepang juga memanfaatkan pulau sebagai solusi atas sampah di negara mereka. Bedanya Jepang sudah mulai melakukan hal tersebut sejak dahulu tepatnya tahun 1960-an, pulau tersebut bernama pulau Yumenoshima dan merupakan sebuah pulau buatan yang diciptakan sebagai solusi untuk sampah di negara Jepang. Namun sejak tahun 1972 pulau ini tidak difungsikan lagi sebagai sebuah pulau tempat pembuangan sampah, agar tidak sia-sia pemerintah kemudian menyulap pulau sampah ini menjadi sebuah taman yang cantik dan unik dengan berbagai fasilitas di dalamnya. Sehingga siapapun yang berkunjung ke pulau ini tidak akan lagi menyangka bahwa pulau ini dahulunya merupakan pulau untuk membuang sampah.
3. Pulau Thilafushi, Maladewa
Thilafushi adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Maladewa, Awalnya pulau ini hanyalah sebuah karang pada tahun 80-an lalu, namun seiring berjalannya waktu karena tidak adanya tempat pembuangan limbah yang layak maka digunakanlah Pulau Thilafushi sebagai tempat pembuangan limbah. Namun pengelolaan limbah di pulau ini benar-benar buruk dan pemerintah belum mendapatkan solusi untuk mengganti tempat pembuangan limbah di pulau ini. Sebagai akibat beberapa puluh tahun sampah benar-benar menggunung dan melebihi kapasitas maksimal pulau untuk menampung sampah. Keadaan itu diperparah oleh para pengelola hotel mewah yang tidak sabar untuk bergantian bongkar muat sampah didaratan pulau Thilafushi, mereka membuang sampah-sampah di laguna sehingga sampah pun menjadi semakin tidak teratur.
Sampah-sampah tersebut ada juga yang dibakar sehingga menyebabkan asap hitam membungbung tinggi ke angkasa, awan hitam yang tidak hanya awan biasa namun awan pekat menyengat hasil dari pembakaran sampah. Untuk antisipasi pada tahun 2011 lalu pemerintah Maladewa pernah melarang pembuangan sampah di pulau ini karena akan diadakan pembersihan laguna dari sampah secara besar-besaran.
4. Floating Garbage Island, Samudera Pasifik
Diantara semua pulau yang lain, Floating Garbage Island merupakan pulau yang paling terkenal diantara pulau lainnya. Hal ini terjadi karena pulau ini terbentuk bukan karena buatan manusia namun akibat dari bertumpuknya sampah yang terdapat dalam lautan akibat pusaran arus samudera pasifik. Pulau ini merupakan representasi rendahnya kesadaran manusia dan cermin dari kerusakan lingkungan di dunia, berbagai sampah yang di buang manusia ke laut berkumpul dalam satu titik sehingga membentuk sebuah pulau bernama Floating Garbage Island. Sampah yang terbentuk dan berkumpul pun mayoritas merupakan sampah plastik yang sangat sulit untuk diurai, sampah plastik yang sudah lama terombang-ambing dalam lautan kemudian terlihat seperti hancur. Padahal sampah ini sebenarnya tidak hancur benar namun berubah menjadi partikel-partikel kecil plastik yang tidak terurai.
Akibatnya bisa di tebak lingkungan di daerah ini rusak, ekosistem banyak yang terganggu, bahkan ditemukan beberapa burung dan ikan yang mati akibat mengkonsumsi limbah plastik yang hewan tersebut kira merupakan makanan hewan tersebut. Sebuah kenyataan yang miris dimana pulau yang memiliki luas 2x lebih besar wilayah negara bagian Texas ini terus bertambah besar setiap tahunnya.
Label: bumi
Thursday, January 31, 2013
Hujan warna Warni di Srilanka
Wednesday, January 30, 2013
Es Abadi Di Gua Gletser Yang Menakjubkan
Gua yang berada di bawah jurang ini disebut Ice Booming, nama ini diambil dari peristiwa jatuhnya bongkahan batu besar ke dalam gua dengan kedalam 140 meter yang menghasilkan suara Boom! Pemandangan indah berawal dari es jernih yang mengkristal dengan ketebalan beberapa meter, para penjelajah yang mengambil foto-foto gua tersebut mengatakan perjalanan di atasnya membuat mereka merasa seperti terbang melayang.
Ketika para penjelajah (yaitu Adam Walker, Nick Vieira dan Christian Stenner ) berkomunikasi dalam gua maka mengalami kesulitan karena suaranya menjadi echo dan harus menunggu beberapa detik untuk mendengar setiap suku kata diucapkan.
Gua ini dikenal sebagai gua perangkap dingin, di mana udara musim dingin mengendap ke kedalaman dan tidak pernah dapat keluar melarikan diri. Hal itu membuat suhu dalam gua menjadi dingin sekali dan es pun tidak akan mencair.
Mencairnya salju dan air hujan yang menetes ke bawah pintu masuk gua itu berubah menjadi sebuah seluncuran air alami yang menakjubkan. goa gletser 8 Pemandangan Es Abadi Di Gua Gletser Yang Menakjubkan Ini adalah gambar menakjubkan yang menggambarkan keindahan pemandangan dunia baru yang ditemukan di sebuah jurang es di bawah Pegunungan Rocky.
Thursday, December 13, 2012
Pulau yang Bisa Berubah Tempat

Schiermonnikoog adalah sebuah pulau kecil di lepas pantai Belanda yang terus bergerak ke selatan dan timur karena efek kombinasi angin laut saat ini. Alhasil, pulau ini seperti bisa berpindah tempat.Pada 762 tahun yang lalu, Pulau Schiermonnikoog berada 2km ke utara dari posisinya saat ini. Pulau ini sebenarnya tidak benar-benar bergerak, laut mengikis pulau di satu sisi yang menyebabkan pulau memiliki bentuk yang sedikit berbeda setiap harinya.
"Schiermonnikoog", nama ini berasal dari para biarawan yang dulu tinggal di pulau. "Monnik" berarti biarawan dan "Schier" adalah sebuah kata kuno yang berarti abu-abu, mengacu pada warna yang biasa digunakan para biarawan, 'Oog" diterjemahkan sebagai pulau sehingga jika digabungkan, Schiermonnikoog dapat berarti 'pulau para biarawan abu-abu".
Pulau kecil berukuran 16km dengan lebar 4km ini merupakan situs taman nasional pertama di Belanda. Satu-satunya desa yang ada di pulau ini disebut dengan nama yang sama, yaitu Schiermonnikoog, dengan penduduk sekira 1.000 orang yang tinggal secara permanen.
Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama pulau ini. Fasilitas yang tersedia di sini, berupa perkemahan, dermaga untuk kapal ferry, pelabuhan untuk kapal-kapal kecil, 15 hotel, ratusan villa, dan apartemen, seperti dilansir AmusingPlanet.
Setiap tahunnya pulau ini dikunjungi oleh 300.000 orang. Jika Anda ingin berjalan-jalan menggunakan mobil di pulau ini, Anda akan merasa seperti di jalan bebas mobil, karena di pulau ini hanya terdapat 200 buah mobil.
sumber
Thursday, October 4, 2012
Bentuk Pasir Setelah Diperbesar 110 Kali
Pasir adalah adalah sebuah kecil bagian dari sejarah bumi milyaran
tahun yang lalu, bahkan ketika penciptaan bumi pertama kali, benda ini
telah memenuhi bumi dan menjadi bagian awal mula munculnya kehidupan.
Pasir
sendiri tercipta dari sisa-sisa ledakan gunung berapi, mengikis
pegunungan, organisme mati, dan bahkan struktur buatan, pasir dapat
mengungkap sejarah-baik biologi dan geologi-lingkungan lokal. Seorang
ilmuwan Gary Greenberg meneliti pasir lebih dalam, ternyata pasir dapat
mengungkapkan warna yg spektakuler dari segi bentuk maupun tekturnya.
Berikut
ini bentuk-bentuk pasir dalam bentuk 3D oleh Greenberg dengan
menggunakan Mikroskop Edge 3D (pembesaran 110 kali), kumpulan butiran
pasir dari belahan dunia.
Thursday, March 3, 2011
'Gerbang Neraka' di Turkmenistan
Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer. Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif. Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.
Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu. Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video 'Gerbang Neraka' juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang -- meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.
Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov 'Gerbang Neraka'. Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.
Berdymukhamedov mengatakan bahwa "anomali ini' telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum
Label: bumi
Thursday, January 6, 2011
Kelompok Ini Ramalkan Kiamat pada 21 Mei 2011
Adalah Marie Exley, veteran Angkatan Darat AS yang gencar mengkampanyekan peringatan kiamat ini. Exley adalah anggota gereja independen AS yang berkotbah melalui siaran radio dan Internet. Kelompok gereja ini mengklaim mendasarkan ramalannya pada Alkitab.
Mereka gencar menyebarkan pesan kiamat melalui papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan, dan mengerahkan sukarelawan menyebarkan pamflet-pamflet di berbagai sudut kota, dari Bridgeport hingga Little Rock, Arkansas. Untuk menyebarkan pesan itu di luar AS, mereka bahkan punya kelompok sukarelawan yang akan berkeliling Afrika dan Amerika Latin.
"Banyak orang mungkin berpikir: kiamat akan datang, ayo berpesta. Tapi kami diperintahkan Tuhan untuk memberi peringatan," kata Exley. "Aku bisa saja seperti orang lain, tapi akan lebih baik tahu ketika kiamat tiba, Anda tahu, Anda akan selamat."
Pada bulan Agustus, Exley meninggalkan rumahnya di Colorado Springs, untuk bekerja di sebuah radio komunitas di Oakland, California. Radio tersebut adalah radio pelayanan Kristen yang dipimpin Harold Camping-- orang yang paling bertanggung jawab atas ramalan akhir zaman versi ini.
"Jika Anda masih ingin mengatakan kami gila, silakan. Tapi tidak ada salahnya untuk melihat pesan ini," kata Exley.
Harold Camping (89) yakin Alkitab pada dasarnya memiliki fungsi sebagai kalender kosmik yang menjelaskan dengan pasti hal-hal yang bisa diramalkan.
Pensiunan insinyur itu mengklaim kalkulasinya didasarkan pada Alkitab. Berbagai peristiwa eksternal, seperti berdirinya negara Israel pada 1948, menurutnya adalah tanda-tanda yang mengkonfirmasikan akurasi kalkulasinya. "Tanpa keraguan, aku berpendapat 21 Mei adalah hari pengangkatan dan penghakiman," kata dia.
Camping percaya, di bulan Oktober 2011, orang-orang yang beriman akan dibawa ke surga dan para pendosa tetap berada di Bumi untuk menerima siksa.
Bagaimana jika 21 Mei berlalu tanpa ada apapun?
Prediksi Camping tak diamini banyak gereja lainnya. Kata mereka, tak seorangpun yang bisa memastikan hari atau jam semesta akan berakhir.
Sumber: Vivanews.com
Label: bumi
Tuesday, January 4, 2011
Hujan Badai Buatan Di Gurun Abu Dhabi
Wednesday, October 27, 2010
Sungai Raksasa di Dasar Laut Hitam
Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu. Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun. Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil.
Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir. Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris. Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.
Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam. Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi. Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, "Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut di sekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen."
"Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisal, seperti halnya sungai di darat," demikian penjelasan Parsons seperti dimuat laman Daily Mail, Minggu 1 Agustus 2010. Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya.
"Itu memiliki peran yang penting, seperti arteri, yang memberikan kehidupan di laut dalam."
Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di darat. Para ilmuwan telah lama menduga bahwa keberadaan sungai dasar laut sangat masuk akal, setelah pemindai sonar mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok di banyak lautan di dunia.
Di antara yang terbesar, adalah sungai bawah tanah di perairan Brazi, di mana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik. Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air.
Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.
Dr Parsons menemukan bahwa sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil per jam, mengalirkan 22.000 meter kubik air per detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine. Sungai bawah laut ini Sungai mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilangke laut dalam. (umi/VIVAnews)
Label: bumi
Wednesday, October 20, 2010
Permukaan Bumi Semakin ke Utara
Peneliti menemukan, pergeseran massa air di seluruh dunia, dikombinasikan dengan apa yang disebut dengan post-glacial rebound, telah menggeser permukaan bumi dari pusatnya sebanyak 0,035 inci atau 0,88 milimeter per tahun ke arah kutub utara.
Post-glacial rebound merupakan efek balik dari permukaan padat bumi terhadap berkurangnya gletser dan hilangnya beban berat. Dengan berkurangnya gletser pada akhir jaman es, tanah di bawah es mulai naik dan terus naik. Untuk itu, seperti sudah diperkirakan, lapisan padat di permukaan akan bergerak ke utara sebagai efek dari pusat massa planet.
Saat menghitung perubahan ini, para ilmuwan mengombinasikan data gravitasi dari NASA dan satelit German Aerospace Center Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang mengukur pergerakan permukaan bumi lewat GPS dan model yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA yang memperkirakan massa samudra di atas setiap titik di dasar samudera.
Xiaoping Wu, peneliti JPL di Pasadena, California memperkirakan, penyebab utama pergeseran permukaan bumi adalah karena melelehnya lapisan es Laurentide, yang menyelimuti sebagian besar Kanada dan bagian utara Amerika Serikat di jaman es lalu.
“Temuan baru ini ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan terdahulu yang hanya 0,019 inci atau 0,48 milimeter per tahun,” kata Wu, seperti dikutip dari Livescience, 28 September 2010.
Meski demikian, Wu menyebutkan, pergerakan permukaan ke arah atas tidak akan mempengaruhi kehidupan di bumi. “Pergeseran itu kurang dari satu milimeter per tahun, jadi tidak berpengaruh,” kata Wu. “Beda halnya jika pergeseran mencapai 1 sentimeter. Itu akan menghadirkan perubahan yang signifikan,” ucapnya.
Walaupun pergerakan lempeng tidak mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, pergeseran ini akan berpengaruh pada pelacakan satelit dan pesawat luar angkasa. “Seatelit di orbit di mencatat informasi dari luar angkasa dan berkorespondensi dengan instrumen yang ada di permukaan bumi,” kata Wu. “Pergerakan ini akan berpengaruh pada bagaimana kita melacak pesawat atau satelit tersebut,” ucapnya.
Laporan terbaru seputar pergeseran permukaan bumi tersebut dibuat oleh para peneliti dari JPL, Delft University of Technology di Belanda, serta Netherlands Institute for Space Research. Hasilnya dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi bulan ini. (umi/VIVAnews)
Label: bumi
Sunday, October 17, 2010
Lubang Raksasa Baru di Guatemala City
Warga di sekitar perempatan jalan itu mengungsi ke kawasan terdekat. Namun, para ahli geologi terus berdatangan. Geologis mengatakan, bentuk sirkular yang terbentuk itu menyerupai bentuk gua bawah tanah. Namun, apa penyebab sesungguhnya hingga terbentuk lubang tersebut masih menjadi misteri.
"Saya pastikan ini bukan sebuah patahan geologis, dan bukan produk dari sebuah gempa bumi," kata David Monterroso, insinyur geofisika dari National Disaster Management Agency. "Itu yang baru kami ketahui," lanjut Monterroso, Selasa, 1 Juni 2010.
Lubang tersebut terbentuk Sabtu pekan lalu dan "memakan" sebuah pabrik pakaian. Lokasi lubang baru itu terletak dua kilometer dari lubang serupa yang terbentuk tiga tahun lalu. Lubang yang tercipta pada 2007 menewaskan tiga orang dan menelan beberapa rumah di kawasan yang sama.
Penduduk sekitar lokasi mengatakan bahwa merupakan suatu keajaiban para pekerja pabrik tidak tewas. "Mereka beruntung," kata seorang warga Honora Oliva said. "Mereka pulang pukul 6 sore, satu jam sebelum permukaan bumi terbuka," lanjut Oliva.
Satpam pabrik juga beruntung karena dia telah meninggalkan pabrik untuk pulang ke rumahnya yang terkena banjir akibat hujan lebat yang dibawa badai Agatha. Badai yang menerjang Amerika Tengah tersebut menewaskan sedikitnya 180 orang. Beberapa warga yakin kalau satu atau dua orang telah hilang, tetapi otoritas mengatakan tidak ada korban tewas dilaporkan. (Associated Press/VIVAnews)
Label: bumi
Popular Posts
-
Sebuah penemuan baru yang berkaitan dengan adanya harta karun mineral di Afghanistandikemukakan oleh Ilmuwan Amerika Serikat. Jumlahnya t...
-
Pada masa Perang Dunia I, Australia digegerkan oleh seorang remaja perempuan yang begitu ingin turut perang, sampai-sampai ia nekat menya...
-
Sebuah keputusan yang berani baru saja diambil oleh Parlemen Islandia. Setelah melalui perdebatan dan pertentangan yang cukup ketat ter...
-
Seekor ayam bisa memainkan gitar? Di dalam dongeng atau film kartunkah? Atau mengang terjadi di dunia nyata? Demikian beberapa pertanyaan...
-
Semua orang pasti tahu kalau emas adalah salah satu logam yang memiliki nilai sangat tinggi. Perlu diketahui, bahwa emas telah menjadi b...
-
Aktris Hollywood, Angelina Jolie, mengatakan dirinya melakukan operasi double mastectomy, atau pengangkatan payudara meski dirinya tidak ...
-
Anggota polisi remaja pertama di Inggris, Paris Brown, yang berusia 17 tahun, akhirnya mengundurkan diri gara-gara isi Twitter-nya ya...






















