Dunia memang aneh, tapi indah Strangely, unique, humankind, serious, the space, knowledge, the ghost, scenery, beautiful, the place, the building, interesting, the record, bad, funny, science

Tuesday, May 10, 2011

AS Ciptakan Peluru Ramah Lingkungan

Teknologi yang sangat dikenal di persenjataan Angkatan Darat Amerika Serikat akhirnya mendapatkan upgrade. Perangkat yang di-upgrade adalah M855, peluru yang didesain pada tahun 1970-an dan terus digunakan sampai saat ini.

Sebagai informasi, meski masih digunakan, peluru itu sering dikeluhkan oleh pasukan tentara karena sering kali tidak efektif dalam mematikan lawan.

Adapun M855A1, peluru yang telah didemonstrasikan di Aberdeen Proving Ground, Maryland, Amerika Serikat terbukti lebih cepat, lebih mematikan, dan dalam waktu dekat akan menggantikan saudara tuanya.

“Amunisi baru ini lebih “hijau” karena ia sudah bebas timah. Artinya, peluru tersebut juga ramah lingkungan,” sebut juru bicara militer AS, seperti dikutip dari Foxnews, 9 Mei 2011. Militer AS sendiri, menurut juru bicara itu, telah memasok amunisi bebas timah pada tentara AS yang bertugas di Afghanistan, sejak Juni lalu.

M855 sendiri diakui oleh militer AS tidak menyediakan kemampuan mematikan seperti yang diinginkan pengguna saat menembak musuh dari jarak kurang dari 150 yard atau sekitar 137 meter. Namun, pakar balistik menyebutkan, tidak ada peluru yang sempurna, dan peluru baru itu juga tidak lebih mematikan secara signifikan.

“Tidak ada peluru di dunia ini yang bisa dipastikan mampu menghentikan lawan,” kata Martin Fackler, mantan direktur dari Wound Ballistics Laboratory at the Letterman Army Institute of Research. “Bahkan jika Anda menghancurkan jantung lawan, ia masih punya waktu 15 detik untuk balas menembak karena masih punya cukup oksigen di otaknya untuk melakukan itu,” ucapnya.

Namun demikian, angkatan darat menyebutkan, amunisi tersebut memang dibuat sebagai bagian dari “menghijaukan” amunisi senjata kaliber kecil agar lebih ramah lingkungan. (eh)
(www.vivanews.com)

Monday, May 9, 2011

Jet Tempur Dikerahkan Kejar Balon


Angkatan Bersenjata Austria akhir pekan lalu melakukan tindakan yang tak biasa dengan mengerahkan jet tempur Euro guna melacak balon berisi udara panas yang "melarikan diri", demikian laporan Austrian Broadcasting (ORF), Minggu (8/5/2011).

Menurut laporan tersebut, balon berisi udara panas itu, dengan diameter 10 meter dan tinggi 40 meter, tiba-tiba terbang dari tempat pameran di Provinsi Linz, Austria timur laut, Sabtu pagi, dan segera membubung sampai ketinggian 3.000 meter. Balon itu merupakan karya seorang mahasiswa di University of the Arts, Linz.


Tiga jet tempur Euro kemudian diterbangkan setelah peringatan dikeluarkan bagi  pesawat lain yang terbang di wilayah tersebut. Jet tempur itu diperintahkan untuk menembak jatuh balon tersebut di daerah tertentu. Pada pukul 14.20 waktu setempat, balon itu ditemukan pada ketinggian 14.500 meter di sebelah utara Provinsi Graz di Austria timur.
Namun, jet tempur tersebut tak melepaskan tembakan karena pecahan balon bisa membahayakan orang yang tinggal di daerah itu. Pada pukul 15.30 waktu setempat, balon tersebut memasuki daerah pegunungan dan meninggalkan Austria.

Servis Pelayan Bertelanjang Dada

Sebuah kedai kopi terpaksa ditutup setelah didera gelombang penentangan dari warga sekitar di sebuah kota kecil di Inggris. Gelombang penentangan itu muncul bukan karena produk kopi yang ditawarkan Grand View Topless Coffee Shop di Vassalboro, Maine, melainkan karena para pelayan kedai kopi, baik pria maupun wanita, bertelanjang dada saat melayani pelanggan.

Meskipun ditentang oleh warga sekitar kota yang penduduknya kurang dari 5.000 jiwa itu, kedai kopi yang didirikan pada 2009 ini sempat berjalan dengan bisnisnya sebelum akhirnya diperintahkan untuk ditutup pada tahun ini juga oleh aparat pemerintah  setempat karena dianggap memasang papan pengumuman secara ilegal.

Donald Crabtree, pemilik Grand View Topless Coffee Shop, mengakui, ia akhirnya memilih untuk menutup bisnisnya setelah berusaha mempertahankannya selama 2 tahun. "Saya hanya ingin menciptakan keceriaan dengan bisnis saya. Saya ingin melihat orang tersenyum," tutur Donald Crabtree kepada harian setempat, Maine Morning Sentinel.
"Saya membuka kedai kopi dengan servis pelayan bertelanjang dada untuk mewujudkan keceriaan itu dan terbukti berhasil. Namun, sekarang keceriaan itu telah berlalu. Saya telah berjuang untuk mempertahankan bisnis ini selama lebih dari 2 tahun dan apa pun yang saya lakukan saat ini tidak akan berbuah apa-apa, ada yang berusaha menyabotase saya," lanjut Donald Crabtree yang tidak bisa menerima perintah penutupan dari pemerintah setempat karena dianggap memasang papan pengumuman tanpa mengantongi izin resmi.

Lalu, apa sebenarnya isi tulisan pada papan pengumuman itu? "Boobies Wanted" (Dicari Payudara).

(www.kompas.com)

Monday, April 18, 2011

Penyanyi Karnaval Jadi Presiden

Michel Martely yang dulunya berprofesi sebagai penyanyi karnaval, kini didaulat sebagai Presiden Haiti yang baru. Martely berhasil meraih kemenangan besar dalam pemilu yang hasilnya diumumkan Senin 4 April kemarin.

Sosok yang berusia 50 tahun ini dihadapkan pada tantangan untuk membangun kembali Haiti yang hancur lebur akibat gempa Januari 2010 lalu. Hingga kini, Haiti masih berjuang keras membangun diri dari keterpurukan pasca gempa.

Martelly menang dalam pemilu setelah meraih 67,57 persen suara. Kemenangannya menghancurkan impian Mirlande Manigat untuk menjadi presiden perempuan pertama Haiti. Manigat yang mantan Ibu Negara Haiti, hanya memperoleh 31,74 persen suara, demikian dilansir AFP, Selasa (5/4/2011).

Hasil ini belum merupakan hasil akhir, mengingat proses penghitungan suara masih terus berjalan hingga hari ini. Namun dengan jumlah suara besar yang diraih Martelly, dapat dipastikan dirinya akan menjadi presiden negara termiskin di benua Amerika tersebut.

Kemenangan Martelly langsung disambut meriah oleh pendukungnya. Di Petionville, pendukung pria yang dikenal dengan nama panggung 'Sweet Micky' ini, mengadakan perayaan kemenangan dengan damai.

Selama masih berprofesi sebagai penyanyi karnaval, Martelly beraksi telanjang dan mengkritik pemerintah dengan penampilan satir di panggung. Selama kampanye, Marterlly mampu menarik perhatian kaum muda Haiti dan menggiring suara mereka untuk dirinya
(Sumber: www.okezone.com)

Sunday, April 17, 2011

Pertandingan Bola Diserbu Segerombol Lebah

Sebuah pertandingan sepakbola junior di Brasil seketika diberhentikan ketika segerombol lebah mengepung lapangan sepakbola yang sedang digunakan.

Sang wasit Andrea Amorim terkena serangan serangga  selama 30 menit pada saat pertandingan antara Nautico dan Ypiranga-PE berlangsung di Santa Cruz.

"Awalnya saya mengira bahwa ini akal-akalan tim lawan agar pertandingan tergantung, dan kita tetap kalah 1-0 atas mereka," ujar Pelatih Nautico, Sergio China mengatakan kepada media, seperti dikutip digitalspy.com, Rabu (30/4/2011).

"Tapi pikiran itu hilang saat saya melihat sang wasit terjatuh dan mengeluh kesakitan. Dia yang paling banyak terkenan serangan lebah, karena pada saat itu dia memakai baju yang mencolok, warna kuning, sehingga menjadi pusat sasaran segerombolan lebah," ungkap China.

Akhirnya pertandingan pun dilanjutkan selang 30 menit, dan Nautico tetap menjadi pemenang atas angka 3-0 yang diraihnya.
(Sumber: www.okezone.com)

Popular Posts