Dunia memang aneh, tapi indah Strangely, unique, humankind, serious, the space, knowledge, the ghost, scenery, beautiful, the place, the building, interesting, the record, bad, funny, science

Thursday, October 6, 2011

Perangi Obesitas, Denmark Terapkan Pajak Lemak

Pemerintah Denmark memperkenalkan "pajak lemak" dalam sebuah langkah untuk "melangsingkan" negara yang tengah memerangi obesitas dan penyakit jantung.
Akibat pajak yang baru diterapkan per 1 Oktober 2011 itu, harga-harga makanan atau bahan makanan yang mengandung lemak meningkat pesat, misalnya harga mentega naik 50 sen euro, keripik kentang naik 12 sen, dan daging sapi naik 20 sen.

"Selama ini belum ada pajak untuk lemak. Dengan diterapkannya pajak ini, kita dapat menilai dalam setahun atau dua tahun ke depan apakah hal (pajak) ini mengubah pola konsumsi masyarakat," kata Dr Jorgen Dejgard Jensen dari Universitas Kopenhagen, lembaga yang mengajukan pajak itu.
Sebelum pajak diterapkan, para pedagang sudah menimbun bahan makanan yang mengandung lemak. Mogens Nielsen, pemimpin Dragsaek Group, salah satu produsen margarin terbesar Denmark, mengatakan, ada peningkatan pesat dalam pemesanan produknya.

Sebelumnya Denmark sudah menarik pajak tinggi sebesar 66 sen per kilogram untuk gula, salah satu bahan utama pembuatan pastri kayu manis khas negara itu. Selain gula, es krim juga kena pajak 15 sen per liter.

Sumber: Kompas

Wednesday, October 5, 2011

Payudara Implan Selamatkan Nyawa Perempuan Rusia

Seorang perempuan asal Rusia rasa-rasanya pantas bersyukur karena telah memiliki payudara implan. Sebab, payudaranya itulah yang membuat ia lolos dari maut setelah mendapatkan tikaman dari sang suami saat keduanya terlibat pertengkaran hebat.

Seperti diberitakan surat kabar Moskovsky Komsomolets, selama pertengkaran berlangsung, suaminya berusaha menyerang perempuan berusia 40 tahun itu dengan mengarahkan tikamannya ke bagian jantung. Usaha suaminya tersebut memang berhasil, tetapi hanya melukai payudara palsu istrinya tanpa menembus bagian rongga dadanya.  

Tidak disebutkan identitas sepasang suami istri tersebut dan apa yang menjadi penyebab pertikaian hebat di antara mereka. Meski mengalami luka, nyawanya berhasil diselamatkan. Sejumlah ahli bedah pun disiapkan untuk melakukan operasi penggantian payudara implannya yang rusak. Hasilnya, jauh lebih sempurna. Payudara implannya kini diisi dengan gel seperti silikon yang tak mudah bocor dan tanpa mengubah bentuk payudaranya yang asli. 

Seorang ahli bedah plastik, Sergei Blokhin, mengklaim bahwa ia pernah melakukan operasi pembesaran payudara perempuan tersebut. Ia pun mengaku bahwa suami perempuan tersebut yang menyuruh istrinya untuk menjalani operasi pembesaran payudara lima tahun lalu.
Sumber: Kompas 

Wednesday, September 14, 2011

Personel Wajib Militer Rusia Diberi Makan Makanan Anjing

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Selama beberapa waktu, personel wajib militer Rusia di Timur Jauh ternyata diberi makanan anjing kalengan. Praktik ini tak akan terungkap seandainya Vyacheslav Gersog tidak 'bernyanyi'. Kini, mantan pejabat militer ini duduk sebagai pesakitan di pengadilan militer setelah Komite Investigasi Militer Rusia menemukan dia terbukti 'menyalahgunakan jabatan' selama bertugas.
Sebaliknya, pejabat yang dilaporkan memberi makanan anjing bagi prajurit hanya diwajibkan membayar denda 202 ribu rubel (setara 6.600 dolar AS).

Sebelumnya, Komite Investigasi menemukan bukti raibnya suplai pangan bagi tentara senilai 1 juta rubel. Makanan itu terdiri atas daging, ikan, dan susu kalengan, mentega, roti, dan daging beku. Suplai yang berada di bawah pengawasan Gerzog diketahui disalurkan untuk hal yang tak semestinya.
Untuk mengganti suplai makanan yang hilang, para stafnya diperintahkan mencari gantinya. Namun belakangan diketahui makanan itu digantikan jenis yang lain yang dari labelnya tertulis makanan itu adalah untuk anjing. 

Kasus ini mencuat ke permukaan justru melalui situs Youtube, setelah seorang petinggi militer Rusia mengungkapkannya.

Saturday, September 10, 2011

Sepatu Masa Depan Ala Nike


Masih ingat trilogi film "Back To The Future"? Film fiksi ilmiah tahun 80-an yang dibintangi Michael J. Fox ini menjadi salah satu film yang paling ikonik dalam menggambarkan masa depan.

Perusahaan pembuat sepatu Nike, kemudian berusaha mewujudkan sepatu masa depan yang digunakan Marty McFly Jr. dalam film "Back To The Future II", Nike Mag. Seperti dikutip dari TechCrunch, Sepatu Nike Mag ini akan dilelang di situs lelang online, eBay.

Tak seperti filmnya, tali sepatu ini tidak bisa dikencangkan secara otomatis saat kaki sudah masuk ke dalam sepatu. Tapi, Nike sudah mempatenkan tali otomatis pada 2010 silam.

Sepatu Nike Mag ini hanya akan diproduksi sebanyak 1.500 pasang, yang akan meningkat sesuai permintaan. Rencananya, keuntungan dari penjualan sepatu ini akan disumbangkan untuk Yayasan Riset Penyakit Parkinson yang dimiliki Michael J. Fox.

Awalnya, keberadaan Nike Mag diketahui dari wawancara EA Sports dengan Tinker Hatfield, salah satu desainer terkemuka yang dimiliki Nike yang merancang Nike Air Jordan. Saat itu, Hatfield diwawancarai mengenai masa depan yang dimiliki Nike, salah satunya dengan merealisasikan sepatu yang ada di film "Back To The Future II" itu. Hetfield pun memperlihatkan wujud Nike Mag yang sudah dibuat oleh Nike.

Nike juga sudah membuat sejumlah iklan televisi untuk produk Nike Mag. Salah satu iklan bahkan menghadirkan Doctor Emmet Brown, karakter yang dimainkan Christopher Lloyd di film "Back To The Future".

Dalam iklan Nike Mag, Doc Brown digambarkan 'nyasar' di tahun 2011  karena seorang pegawai Nike memperlihatkan sepatu Nike Mag kepada seorang pelanggan. Ketika itu, Doc Brown ingin menuju tahun 2015, saat sepatu di film "Back To The Future" diluncurkan. Dalam film, Doc Brown dan Marty McFly memang menemui anak Marty, Marty McFly Jr, di tahun 2015 untuk menyelamatkan kehidupan Marty di masa depan.
• VIVAnews

Tuesday, September 6, 2011

Ilmuwan Jepang Ciptakan Otak Transparan

Ilmuwan Jepang berhasil menciptakan otak transparan. Dengan menggunakan larutan bernama Sca le, ilmuwan itu megubah otak putih tikus yang semula berwarna keruh menjadi sebening kristal. Otak transparan yang diciptakan bisa membantu ilmuwan melihat penanda fluorescent yang disisipkan pada tikus putih. Medical imaging memasuki era baru dengan penciptaan otak transparan ini.

"Penelitian kami saat ini memang fokus pada otak tikus, namun aplikasinya tak terbatas pada tikus maupun otak," kata Atsushi Miyawaki, peneliti RIKEN Brain Institute Jepang yang menciptakan otak transparan ini. "Kami bisa mengembangkan pemakaian Sca le untuk organ lain seperti jantung, otot dan ginjal serta pada jaringan dari primata dan sampel biopsi manusia," lanjut Miyawaki seperti dikutip National Geographic, Jumat (2/9/2011).

Sca le merupakan larutan yang terbuat dari bahan yang relatif sederhana. Komposisinya adalah urea (senyawa utama pada urin), gliserol (senyawa yang juga terdapat pada sabun) dan deterjen yang disebut Triton X. Untuk membuat otak transparan, organ otak direndam selama 2 minggu dalam larutan ini.
Tak seperti larutan lain yang juga digunakan untuk membantu melihat otak, Sca le tak menghilangkan penanda fluorescent. Selama ini, penanda fluorescent dipakai untuk membantu fluorescent imaging. Teknik fluorescent imaging sendiri digunakan untuk memetakan arsitektur otak, mulai jaringan saraf, pembuluh darah dan struktur lain.
Otak transparan yang diciptakan bisa membantu pemetaan arsitektur otak. Lebih luasnya, organ transparan bisa membantu pencitraan awal sebelum melakukan pencitraan yang lebih mahal seperti CT Scan dan MRI. Aplikasi untuk penanganan penyakit, dokter bisa menganalisa apakah perawatan yang diberikan benar-benar berdampak pada organ target. Ini hal yang belum bisa dilakukan sebelumnya dalam dunia medis.

Meski banyak manfaatnya, larutan Sca le tidak akan digunakan segera secara luas. Miyawaki mengatakan, Sca le saat ini masih terlalu toksik untuk digunakan. "Saat ini kami sedang mencari kandidat reagen lain yang memungkinkan kita mempelajari jaringan hidup dengan cara yang sama dengan transparansi yang lebih rendah," jelas Miyawaki. Penemuan Miyawaki dipublikasikan di Jurnal Nature Neuroscience, Selasa (30/9/2011) lalu. 

Sumber :
www.nationalgeographic.com (kompas.com)

Popular Posts