Dunia memang aneh, tapi indah Strangely, unique, humankind, serious, the space, knowledge, the ghost, scenery, beautiful, the place, the building, interesting, the record, bad, funny, science

Saturday, May 14, 2011

Penemuan Baru: Kadal Buta Tak Berkaki

Kadal spesies baru ditemukan di Pegunungan Kamboja. Kadal jenis baru ini, buta dan tak berkaki, panjangnya sekitar 15 cm.
Menurut stasiun berita BBC, reptil ini diberi nama Dibamus dalaiensis. Ahli reptilia dari lembaga Fauna & Flora International, Neang Thy, menemukan kadal jenis baru ini di bawah tumpukan balok kayu di pegunungan sebelah barat daya Kamboja.

"Pertama saya kira ini spesies biasa," kata Thy sebagaimana dilansir BBC.
Dia menduga binatang itu adalah spesies yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Ahli biologi senior yang juga dari Fauna & Flora International, Jenny Daltry, mengatakan perlu waktu satu tahun untuk memastikan reptil ini sebagai hewan langka atau tidak.
"Mereka harus memeriksa kembali deskripsi ilmiah semua jenis reptil... dan melihat museum spesimen," kata dia. "Yang sangat menggembirakan dari penemuan ini adalah untuk pertama kalinya Kamboja menemukan spesies baru, mengumpulkan semua fakta, dan mempublikasikannya."

Jenis kadal buta dan tidak berkaki ini diyakini berasal dari Amerika. Namun, 55 juta tahun yang lalu, mereka merayap menyeberangi Selat Bering ke Asia. Seperti yang lainnya, kadal ini hidup di bawah tanah.

Kadal ini menyerupai ular, namun ada yang membedakannya. "Kebanyakan ular hanya punya satu paru-paru, sedangkan kadal punya dua," kata dia.

Namun, para ilmuan sendiri menyatakan masih belum mengetahui bagaimana sistem navigasi kadal jenis ini. (VIVAnews/kd)

Payudara Terbesar di Dunia

Minnesota: Seorang wanita asal Minnesota, Amerika Serikat, memiliki payudara yang kabarnya menjadi yang terbesar di dunia. Dengan berat 25 kilogram dan ukuran mencapai 164 XXX, payudaranya itu membuatnya mendadak tenar.

Chelsea Charms, merupakan model dan penari telanjang yang memiliki payudara berukuran super jumbo. Charms yang memang terlahir dengan ukuran payudara yang tidak biasa. Ia mengaku aset terpentingnya itu telah mendatangkan banyak perhatian dan ia mencintainya. Charms bahkan menamai payudaranya dengan nama "Itsy dan Bitsy". Payudara Charms tidak serta-merta besar dengan sendirinya. Proses implan yang dikenal dengan sebutan polypropylene membantunya untuk mendapatkan ukuran payudara yang diinginkannya.
"Aku tidak pernah merencanakan jadi sebesar ini. Aku membesarkan payudaraku karena aku ingin menjadi penari fitur. Penari fitur di mata orang awam adalah seorang penari eksotik profesional dan ukuran payudara merupakan salah satu kualifikasi. Sebelumnya aku berukuran D dan malu untuk mengakuinya semasa sekolah. Setelah lulus aku belajar untuk menghargai bentuk tubuhku," aku Charms.

Meski senang karena mendapatkan banyak perhatian, Charms mengaku sedih karena kesulitan melakukan hal-hal tertentu. "Aku kesulitan untuk menggunakan toilet pesawat. Makan juga menjadi masalah karena aku harus duduk begitu jauh dari makananku," imbuhnya.(Liputan6.com, TheSun/MEL)

Tuesday, May 10, 2011

AS Ciptakan Peluru Ramah Lingkungan

Teknologi yang sangat dikenal di persenjataan Angkatan Darat Amerika Serikat akhirnya mendapatkan upgrade. Perangkat yang di-upgrade adalah M855, peluru yang didesain pada tahun 1970-an dan terus digunakan sampai saat ini.

Sebagai informasi, meski masih digunakan, peluru itu sering dikeluhkan oleh pasukan tentara karena sering kali tidak efektif dalam mematikan lawan.

Adapun M855A1, peluru yang telah didemonstrasikan di Aberdeen Proving Ground, Maryland, Amerika Serikat terbukti lebih cepat, lebih mematikan, dan dalam waktu dekat akan menggantikan saudara tuanya.

“Amunisi baru ini lebih “hijau” karena ia sudah bebas timah. Artinya, peluru tersebut juga ramah lingkungan,” sebut juru bicara militer AS, seperti dikutip dari Foxnews, 9 Mei 2011. Militer AS sendiri, menurut juru bicara itu, telah memasok amunisi bebas timah pada tentara AS yang bertugas di Afghanistan, sejak Juni lalu.

M855 sendiri diakui oleh militer AS tidak menyediakan kemampuan mematikan seperti yang diinginkan pengguna saat menembak musuh dari jarak kurang dari 150 yard atau sekitar 137 meter. Namun, pakar balistik menyebutkan, tidak ada peluru yang sempurna, dan peluru baru itu juga tidak lebih mematikan secara signifikan.

“Tidak ada peluru di dunia ini yang bisa dipastikan mampu menghentikan lawan,” kata Martin Fackler, mantan direktur dari Wound Ballistics Laboratory at the Letterman Army Institute of Research. “Bahkan jika Anda menghancurkan jantung lawan, ia masih punya waktu 15 detik untuk balas menembak karena masih punya cukup oksigen di otaknya untuk melakukan itu,” ucapnya.

Namun demikian, angkatan darat menyebutkan, amunisi tersebut memang dibuat sebagai bagian dari “menghijaukan” amunisi senjata kaliber kecil agar lebih ramah lingkungan. (eh)
(www.vivanews.com)

Monday, May 9, 2011

Jet Tempur Dikerahkan Kejar Balon


Angkatan Bersenjata Austria akhir pekan lalu melakukan tindakan yang tak biasa dengan mengerahkan jet tempur Euro guna melacak balon berisi udara panas yang "melarikan diri", demikian laporan Austrian Broadcasting (ORF), Minggu (8/5/2011).

Menurut laporan tersebut, balon berisi udara panas itu, dengan diameter 10 meter dan tinggi 40 meter, tiba-tiba terbang dari tempat pameran di Provinsi Linz, Austria timur laut, Sabtu pagi, dan segera membubung sampai ketinggian 3.000 meter. Balon itu merupakan karya seorang mahasiswa di University of the Arts, Linz.


Tiga jet tempur Euro kemudian diterbangkan setelah peringatan dikeluarkan bagi  pesawat lain yang terbang di wilayah tersebut. Jet tempur itu diperintahkan untuk menembak jatuh balon tersebut di daerah tertentu. Pada pukul 14.20 waktu setempat, balon itu ditemukan pada ketinggian 14.500 meter di sebelah utara Provinsi Graz di Austria timur.
Namun, jet tempur tersebut tak melepaskan tembakan karena pecahan balon bisa membahayakan orang yang tinggal di daerah itu. Pada pukul 15.30 waktu setempat, balon tersebut memasuki daerah pegunungan dan meninggalkan Austria.

Servis Pelayan Bertelanjang Dada

Sebuah kedai kopi terpaksa ditutup setelah didera gelombang penentangan dari warga sekitar di sebuah kota kecil di Inggris. Gelombang penentangan itu muncul bukan karena produk kopi yang ditawarkan Grand View Topless Coffee Shop di Vassalboro, Maine, melainkan karena para pelayan kedai kopi, baik pria maupun wanita, bertelanjang dada saat melayani pelanggan.

Meskipun ditentang oleh warga sekitar kota yang penduduknya kurang dari 5.000 jiwa itu, kedai kopi yang didirikan pada 2009 ini sempat berjalan dengan bisnisnya sebelum akhirnya diperintahkan untuk ditutup pada tahun ini juga oleh aparat pemerintah  setempat karena dianggap memasang papan pengumuman secara ilegal.

Donald Crabtree, pemilik Grand View Topless Coffee Shop, mengakui, ia akhirnya memilih untuk menutup bisnisnya setelah berusaha mempertahankannya selama 2 tahun. "Saya hanya ingin menciptakan keceriaan dengan bisnis saya. Saya ingin melihat orang tersenyum," tutur Donald Crabtree kepada harian setempat, Maine Morning Sentinel.
"Saya membuka kedai kopi dengan servis pelayan bertelanjang dada untuk mewujudkan keceriaan itu dan terbukti berhasil. Namun, sekarang keceriaan itu telah berlalu. Saya telah berjuang untuk mempertahankan bisnis ini selama lebih dari 2 tahun dan apa pun yang saya lakukan saat ini tidak akan berbuah apa-apa, ada yang berusaha menyabotase saya," lanjut Donald Crabtree yang tidak bisa menerima perintah penutupan dari pemerintah setempat karena dianggap memasang papan pengumuman tanpa mengantongi izin resmi.

Lalu, apa sebenarnya isi tulisan pada papan pengumuman itu? "Boobies Wanted" (Dicari Payudara).

(www.kompas.com)

Popular Posts