Dunia memang aneh, tapi indah Strangely, unique, humankind, serious, the space, knowledge, the ghost, scenery, beautiful, the place, the building, interesting, the record, bad, funny, science

Thursday, August 30, 2012

Menolak Sewakan Kamar, Hotel Dituntut PSK

QUEENSLAND - Pengadilan Queensland, Australia menyidangkan tuntutan yang diarahkan kepada seorang pemilik motel. Tuntutan itu dilayangkan oleh seorang pekerja seks komersial (PSK) yang merasa didiskriminasi, karena pemilik motel itu enggan menyewakan kamar untuknya.

Keputusan pengadilan ini langsung mengguncang usaha perhotelan di Negeri Kangguru itu. Para pengusaha hotel di negara itu beranggapan bahwa penolakan yang dilakukan oleh pemilik hotel sudah benar.

"Ini benar-benar tidak logis. Saya kira pemilik motel memiliki hak untuk melindungi usahanya," ujar Ketua Asosiasi Akomodasi Australia Richard Munro, seperti dikutip Guardian, Rabu (8/8/2012).

Perempuan yang hanya diketahui dengan inisial GK, mengajukan kasus diskriminasi terhadap Motel Drovers Rest di Kota Moranbah, Queensland. Perempuan itu diketahui menuntut ganti rugi sebesar 30 ribu dolar Australia atau sekira Rp299,7 juta (Rp9.991 per dolar Australia).

Sementara pihak pengadilan hingga kini belum menjelaskan mengapa mereka bersedia untuk menyidangkan kasus ini. Pengacara dari pihak motel pun bermaksud untuk mengajukan banding atas perintah pengadilan itu.

Prostitusi memang dikenal legal di Queensland. Setiap diskriminasi atas aktivitas seksual di negara bagian Australia itu dianggap sebagai tindakan melanggar hukum. Para pekerja seks pun diketahui memenuhi kota tambang seperti Moranbah, karena dianggap memiliki pasar yang besar.(faj/www.okezone.com)

Wednesday, August 29, 2012

Pasar Khusus para Penyihir

Pasar penyihir, begitulah orang menyebut Mercado de Sonora. Seluruh toko yang berada di dalam pasar ini menjual segala keperluan yang berbau mistik. Tengkorak, voodoo, tulang belulang, dan semua peralatan sihir, itulah yang dijajakan oleh pedagang di pasar ini. 

Pasar Sonora ini terletak di Avenida Fray Servando Teresa, Meksiko. Kebanyakan penduduk yang ada di sini memiliki keyakinan Brujos tradisional dan modern. Kedua keyakinan ini memiliki perbedaan dari segi kepercayaan. Untuk golongan Brujos tradisional lebih mirip dengan keahlian guna-guna. Oleh sebab itu, banyak pengunjung yang datang ke penyihir golongan ini, misalnya membuat mantan kekasih kembali kepangkuannya. Namun, Brujos modern lebih condong seperti seseorang yang spiritualis.

Mereka yang Anda temui di pusat perbelanjaan aneh ini rata-rata merupakan penyihir asli. Mereka juga sering disebut dengan istilah Bruja. Bruja merupakan sebuah kata dari Spanyol yang berarti penyihir. Padahal, di Spanyol dan Eropa keturunan Amerika Serikat penyihir dianggap sebagai fiksi. Sebaliknya, brujos dari Amerika Tengah atau bagian utara Amerika Selatan adalah seseorang yang sangat dihormati.

Nuansa suram yang terpancar menambah dingin suasana pasar unik ini. Ramuan misterius, tanaman obat, dupa, lilin-lilin aneh, patung-patung iblis pencabut nyawa, dan boneka voodoo yang terpajang di setiap toko bukanlah hal yang aneh di sini. Pandangan mata boneka-boneka kejam ini sangat mengerikan. Seakan-akan ingin menikam siapa saja yang memperhatikannya.

Pasar Sonora buka setiap hari dan banyak didatangi para peziarah dari Meksiko. Kebanyakan mereka datang untuk meramal masa depannya.

Diabaikan Pemilik Toko, Perampok Gagal Beraksi

Wellington, Upaya seorang pria yang berniat merampok sebuah toko di Selandia Baru gagal gara-gara si pemilik toko mengabaikannya. Saat si perampok beraksi dengan menodongkan pisau, korban malah sibuk memindahkan kentang ke dalam lemari pendingin.

Rekaman kamera keamanan yang dirilis oleh kepolisian setempat menunjukkan si pelaku yang mengenakan kantung hitam sebagai penutup wajah terlihat memasuki minimarket milik seorang pria bernama Peter Chan di Westport, Selandia Baru. Insiden ini dilaporkan terjadi pekan lalu.

Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat menodongkan pisaunya ke arah Peter sembari memintanya menyerahkan seluruh uang tunai yang ada di dalam mesir kasir. Namun usahanya sia-sia karena Peter sama sekali tidak mempedulikannya. Diabaikan selama 30 detik, pelaku pun memutuskan untuk keluar dari toko dengan tangan kosong.

Demikian seperti dilansir oleh news.com.au, Senin (27/8/2012).

Kepada media setempat Westport News, si pemilik toko Peter mengaku dirinya sama sekali tidak merasa takut saat berhadapan dengan si perampok saat itu. Bahkan awalnya Peter sempat mengira bahwa aksi tersebut hanya lelucon belaka. Peter menuturkan saat itu dirinya mengatakan kepada si perampok bahwa dirinya sedang sibuk sambil memasukkan kentang ke dalam lemari pendingin.

Saat si pelaku menodongkan pisau ke suaminya, istri Peter yang juga ada di dalam toko kemudian menunjuk ke arah kamera CCTV yang ada di langit-langit dan memberitahu si pelaku. Pelaku mengintip ka arah kamera CCTV tersebut dan kemudian memukulkan pisau yang dipegangnya ke mesin kasir lalu berjalan keluar toko.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. Polisi meyakini pelaku menggunakan kantung daur ulang yang dilubangi sebagai penutup wajah agar identitasnya tidak terbongkar.

sumber: www.detik.com

Tuesday, August 28, 2012

Disangka Monyet, Bocah Ditembak Mati Ayahnya

Seorang petani di Nepal menembak mati anaknya sendiri hanya karena mengira anaknya adalah seekor monyet yang hendak mencuri panennya. Bocah berusia 12 tahun itu pun tewas akibat luka tembak pada bagian kepalanya.

Chitra Bahadur Pulami awalnya hanya berusaha memanjat pohon untuk mengusir monyet yang menjadi gangguan bagi keluarganya. Tetapi ayahnya, Gupta Bahadur, justru melihat bocah tersebut tampak sepeti monyet dan menembaknya.

"Sang anak bersembunyi di pohon yang berada di lahan pertanian mereka untuk mengusir monyet yang mengambil makanan mereka. Korban tewas setelah Gupta Bahadur mengiranya sebagai seekor monyet dan melepaskan tembakan ke korban," ujar Deputir Kepala Polisi Distrik Arghakhanci Arun Poudel, seperti dikutip AFP, Minggu (26/8/2012).

"Penyelidikan awal menunjukkan bahwa sang ayah tidak menyadari bahwa anaknya mengejar monyet yang menganggu lahan pertaniannya. Gupta dan senjata yang digunakan untuk menembak saat ini telah ditahan pihak kepolisian," utur Arun.

Ayah yang baru saja kehilangan anaknya tersebut mengaku menyesal dengan kesalahannya. Dirinya baru menyadari bahwa yang ditembaknya adalah sang anak, setelah bocah itu jatuh dan tersangkut di batang pohon.(faj/okezone.com)

Monday, August 27, 2012

Mogok Melayani Suami demi Gulingkan Presiden

Organisasi sayap perempuan sebuah kelompok hak sipil mendesak kaum perempuan Togo melakukan aksi mogok melayani suami selama sepekan untuk menuntut pengunduran diri presiden negara itu.

Para perempuan diminta tidak melayani suami atau pasangan masing-masing mulai Senin (27/8/2012), seperti disampaikan Isabelle Ameganvi, pemimpin sayap perempuan kelompok Let's Save Togo. Pemogokan itu akan menjadi tekanan bagi kaum lelaki Togo untuk bertindak melawan Presiden Faure Gnassingbe.

Ameganvi, seorang pengacara, mengatakan kepada AP bahwa organisasinya meniru langkah perempuan Liberia yang menggunakan mogok melayani suami pada 2003 untuk kampanye perdamaian.

"Kami punya banyak cara untuk memaksa kaum lelaki memahami keinginan perempuan di Togo," Ameganvi mengatakan.

Mogok melayani suami itu diumumkan pada sebuah rapat umum yang diikuti ribuan orang di ibu kota Togo, Lome, Sabtu (25/8/2012). Demonstrasi itu digalang sebuah koalisi yang memprotes reformasi elektoral. Menurut mereka, perubahan undang-undang pemilu itu mempermudah Partai Gnassingbe untuk kembali memenangi pemilu legislatif yang akan digelar pada Oktober mendatang.

Gnassingbe berkuasa mulai 2005, menyusul kematian ayahnya, Eyadema Gnassingbe, yang memerintah negara itu selama 38 tahun.

Gnassingbe tidak berkomentar tentang seruan mogok melayani suami itu. Demikian juga istrinya. Beberapa waktu lalu, dua unjuk rasa anti-Gnassingbe dibubarkan polisi, yang menggunakan gas airmata. Lebih dari 100 orang ditahan.

Pada unjuk ras Sabtu lalu, Jean-Pierre Fabre, pemimpin partai oposisi Aliansi Nasional untuk Perubahan, menuntut pengunduran diri Gnassingbe, sementara pemimpin oposisi lainnya menyerukan ketidaktaatan nasional.

Namun, seruan mogok seks itulah yang menjadi perbincangan di negara kecil berpenduduk enam juta orang itu.

"Bagus juga bagi kami perempuan untuk melakukan mogok melayani suami selama anak-anak kami dipenjara. Saya yakin kalau kita melakukan pemogokan ini, mereka akan dibebaskan," kata seorang ibu bernama Abla Tamekloe. "Bagi saya, ini seperti puasa, dan tanpa puasa, kamu tidak akan mendapatkan yang kamu inginkan dari Tuhan."

Ketika ditanya apakah suaminya akan setuju, Tamekloe menjawab, "Bagi saya mudah saja melaksanakannya. Saya sudah terbiasa, tapi saya tidak yakin suami mau menerimanya, tapi saya akan menjelaskan kepadanya."

Seorang perempuan Togo lainnya mau mendukung aksi mogok itu, tetapi dia tidak yakin bisa melakukannya seminggu penuh.

"Saya setuju kami para perempuan harus melakukannya. Akan tetapi, saya tahu suami saya tidak akan membolehkan saya menjalaninya seminggu penuh. Dia mungkin setuju pada awalnya, tapi setahu saya, dia takkan berubah pandangan setelah semalam," ujar Judith Agbetoglo.

"Jadi saya tidak yakin bisa mogok melayani suami seminggu penuh. Sebab, saya akan bermasalah dengan dia. Suami saya itu sangat menyukai," lanjutnya.

Meskipun seruan itu menarik bagi perempuan, sejumlah lelaki, termasuk para pemimpin partai-partai dan kelompok-kelompok HAM di koalisi anti-Gnassingbe, tidak yakin gerakan itu bakal sukses.

"Mogok seks seminggu itu terlalu lama," kata Fabre dari Aliansi Nasional untuk Perubahan. Dia mengusulkan jangka waktu yang lebih pendek.

"Kita lakukan dua hari saja," katanya yang disambut tawa para pengunjuk rasa.

Orang-orang lain menyikapi seruan Isabelle Ameganvi dengan sikap skeptis.

"Mudah saja dia bilang begitu karena dia kan tidak menikah. Dia juga tidak hidup bersama dengan lelaki," kata Ekoue Blame, seorang wartawan.

"Apakah dia mengira seorang perempuan yang tidak dengan suaminya bisa melakukan hal itu? Lagi pula, siapa yang bisa mengatur para pasangan di dalam rumah?"

Sumber : AP / kompas

Popular Posts